Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Invasi Militer AS ke Suriah dan Reaksi Pertama Trump

Menhan Somalia Tanggapi Hinaan Trump kepada Negaranya

POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan reaksi pertamanya atas invasi pasukan AS ke wilayah Suriah dengan dalih memerangi ISIS. Trump mengeklaim bahwa Militer AS telah melancarkan serangan “sangat berat” terhadap posisi-posisi kelompok tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera pada Sabtu 20 Desember, Trump secara resmi mengumumkan dimulainya Operasi Hawkeye di Suriah pada Sabtu pagi hari. Ia menyebut operasi itu sebagai “tanggapan tegas” atas pembunuhan sejumlah tentara Amerika di Suriah dalam serangan yang dikaitkan dengan ISIS.

Dalam pernyataan bernada mengancam, Trump menyatakan bahwa tujuan operasi tersebut adalah untuk “melucuti kemampuan militer ISIS dan mencegahnya mengancam kepentingan Amerika Serikat serta sekutunya”. Ia juga mengrklaim bahwa “Pemerintah Suriah” mendukung operasi tersebut, sebuah pernyataan yang oleh para pengamat dinilai sebagai upaya untuk melegitimasi agresi Militer AS di wilayah Suriah.

Sebelumnya, Menteri Perang AS, Pete Hegseth mengumumkan pada Jumat malam dimulainya operasi militer baru di Suriah, dengan alasan serangan ISIS di Palmyra yang menurut Washington menewaskan tiga tentara Amerika. Dalam pernyataan di platform X, Hegseth menyebut bahwa Operasi Hawkeye bertujuan menghancurkan “infrastruktur, gudang senjata, dan posisi ISIS”.

Ia mengulangi pernyataan Trump dengan menegaskan bahwa “Amerika, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, tidak akan pernah ragu untuk membela rakyatnya,” serta mengeklaim bahwa operasi tersebut telah menewaskan “sejumlah besar” elemen ISIS dan akan terus berlanjut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataan terpisah menyatakan bahwa serangan skala besar tersebut menargetkan infrastruktur, gudang senjata, dan pusat operasional ISIS. CENTCOM mengeklaim operasi ini merupakan respons atas serangan 13 Desember terhadap pasukan AS dan sekutunya di Suriah.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perang melawan ISIS dan menyatakan bahwa tentara Suriah akan memperluas operasi terhadap kelompok tersebut di berbagai wilayah negara itu.

Namun, para analis menilai bahwa Washington kembali menggunakan isu ISIS sebagai dalih untuk mempertahankan dan memperluas kehadiran militernya yang dinilai ilegal di Suriah, khususnya di wilayah timur yang kaya sumber daya minyak.

Menurut mereka, Operasi Hawkeye tidak semata-mata merupakan aksi kontra-terorisme, melainkan bagian dari strategi pendudukan dan tekanan Amerika guna memaksakan tatanan keamanan baru di Suriah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *