AS Masukkan Empat Perusahaan Berbasis di UEA ke Daftar Terorisme Terkait Dugaan Dukungan bagi Ansharullah
POROS PERLAWANAN — Departemen Keuangan Amerika Serikat memasukkan empat perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab ke dalam daftar terorisme dengan tuduhan mendanai dan mempersenjatai Gerakan Ansharullah Yaman.
Menurut laporan IRNA pada Jumat 2 Januari, mengutip Sumaria News, Departemen Keuangan AS menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan dengan jaringan pendanaan dan logistik Ansharullah, yang juga dikenal sebagai Kelompok Perlawanan Houthi.
Dalam pernyataan resminya, Departemen Keuangan AS menyebut Arkan Mars Petroleum, perusahaan minyak dan produk petroleum yang berkantor pusat di Dubai, dikenai sanksi karena dugaan hubungannya dengan jaringan Mohammed Al-Sunidar serta pembiayaan operasi Ansharullah di Yaman.
Perusahaan lain, ONX Trading FZE, yang bergerak di bidang perdagangan dan pengadaan, juga dimasukkan ke dalam daftar sanksi karena dituding memiliki kaitan dengan jaringan Saeed Al-Jamal dan memberikan dukungan finansial kepada Ansharullah.
Selain itu, Departemen Keuangan AS menambahkan Fornacis Energy Trading Co. LLC ke dalam daftar terorisme karena dugaan hubungannya dengan Iran, serta Barco Ship Management Inc., perusahaan manajemen kapal dengan aktivitas global.
Menurut Sumaria News, langkah ini merupakan bagian dari kebijakan Washington untuk membatasi sumber daya keuangan dan logistik kelompok-kelompok bersenjata di kawasan Asia Barat, khususnya Ansharullah Yaman.
Pada September 2025, Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi terhadap 32 individu dan entitas, serta empat kapal yang dituding terkait dengan Ansharullah. Sanksi tersebut mencakup pihak-pihak yang berbasis di Yaman, Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Kepulauan Marshall.
Departemen Keuangan AS juga mengumumkan pada 16 Februari 2025 bahwa sanksi terhadap Ansharullah Yaman, yang diberlakukan dengan dalih serangan terhadap kapal dagang di Laut Merah, mulai berlaku secara resmi. Sehari kemudian, Departemen Luar Negeri AS kembali menetapkan Gerakan Ansharullah sebagai kelompok teroris global.
Sebelumnya, pada 2021, Pemerintahan Presiden AS saat itu, Joe Biden menghapus Ansharullah dari daftar teroris Washington dengan alasan membuka ruang bagi perundingan damai untuk mengakhiri konflik Yaman.
