Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Atwan Nasihati Saad Hariri Soal Nilai Kedekatan dengan Hizbullah

POROS PERLAWANAN – Pemimpin dari dua faksi politik utama Lebanon, Gerakan al-Mustaqbal (Masa Depan) dan Hizbullah, berbicara kepada para pendukungnya kemarin. Dua pidato politik ini tidak hanya akan menentukan situasi dan masa depan Lebanon saat ini, tetapi juga seluruh kawasan Timur Tengah.

Dilansir Fars, analis terkemuka Arab, Abdel Bari Atwan, dalam tulisannya memberikan saran kepada Pemimpin al-Mustaqbal, Saad Hariri, yang telah menepi dari dunia politik selama beberapa tahun dan baru-baru ini kembali ke dalamnya.

Pemimpin al-Mustaqbal dikenal karena sikap anti-Perlawanan di Lebanon. Hal ini dikritik keras oleh Atwan, yang menyarankan agar ia berusaha memperkuat Perlawanan di Lebanon agar mereka dapat menghadapi Rezim Zionis.

Mengacu pada laporan tentang pertemuan rahasia antara perwakilan Hizbullah dan al-Mustaqbal, Atwan menulis bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk mengoordinasikan posisi mereka dalam pemilu Parlemen mendatang, terutama di daerah pemilihan kunci Beirut, Saida (kota kelahiran ayah Hariri), dan Lembah Bekaa.

Menurutnya, Saad Hariri dan pendukungnya bersikeras menyangkal adanya kontak dengan Hizbullah dan membantah semua rumor terkait hal tersebut. Mereka menekankan kedalaman hubungan mereka dengan Arab Saudi, ketergantungan mereka pada negara tersebut, dan kelanjutan koordinasi dengan Riyadh.

Atwan lalu menyoroti fakta bahwa Perlawanan merupakan bagian utama dari peta politik Lebanon, dan bahwa basis massa populernya, yang terdiri dari Syiah dan Sunni, mewakili lebih dari setengah populasi negara dan pemilih Lebanon. “Koordinasi dengan Hizbullah dan gerakan Perlawanan bukanlah dosa maupun kejahatan. Andai Gerakan al-Mustaqbal dan pendirinya, Rafik Hariri, tidak memiliki memiliki hubungan baik dengan Perlawanan dan pemimpinnya yang gugur [Sayyid Hasan] Nasrallah, dia tidak akan pernah mencapai posisi yang dia pegang di Lebanon,” tulis Atwan.

Dia juga merujuk pada pertemuan terakhirnya dengan Rafik Hariri di Paris dan menulis:”Tuan rumah (Hariri) sangat jujur dengan saya, karena pertemuan-pertemuan ini tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan di media. Dia berulang kali menekankan persahabatan strategisnya yang erat dengan Hizbullah. Dia mengatakan bahwa teman dan sekutu terkuat dan paling dapat diandalkan kita adalah Sayyid Nasrallah dan saudara-saudara Syiah.”

Atwan menyarankan Saad Hariri untuk mendekati Hizbullah demi menyelamatkan Islam dan Poros Perlawanan. “Perlawanan sedang memulihkan kekuatannya, dan porosnya tetap menjadi kekuatan dominan dan berpengaruh di kawasan ini. Buktinya adalah mundurnya Presiden AS Donald Trump dari ancaman, armada, dan pasukannya untuk menyerang Iran, serta kegagalannya untuk mengubah Pemerintahan negara tersebut.”

Mengacu pada pidato terbaru Sekretaris Jenderal Hezbollah, Syekha Naim Qassim, yang menyatakan bahwa Gerakan tersebut akan mempertahankan Lebanon dari serangan Israel, ia mengakhiri tulisannya dengan seruan berikut: “Kami berharap Hariri, yang telah kembali ke politik, membaca pidato (Syekh Qassim) dan bertaruh pada kuda pemenang dan kuat Perlawanan, bukan pada kuda tua dan pendek akal AS dan Israel.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *