Badan Intelijen Israel Gagal Menghasut Suku-Suku Gaza Melawan Hamas
POROS PERLAWANAN – Badan Intelijen Israel, Shin Bet mengakui kegagalannya dalam upaya menghasut suku-suku di Gaza agar berbalik melawan Hamas.
Menurut Tasnim News Agency pada Minggu 28 September, mengutip situs berbahasa Ibrani Kipa dan beberapa media Israel lainnya, dua keluarga besar di Jalur Gaza; keluarga Bakr dan keluarga Dermush, menolak bujukan Israel untuk memusuhi Hamas.
Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa setelah upaya merayu kedua keluarga itu gagal, tentara Israel justru menargetkan dan menghancurkan rumah mereka.
Laporan tersebut menambahkan bahwa Shin Bet selama berbulan-bulan berusaha memecah-belah masyarakat Gaza dengan menggalang dukungan dari sejumlah suku, demi menciptakan konflik internal dan melemahkan posisi Hamas. Strategi ini juga ditujukan agar Israel memiliki sekutu di Gaza pada “hari setelah perang”. Namun, mayoritas suku di wilayah tersebut menolak bekerja sama, meskipun harus menanggung kerugian dan pengorbanan besar.
Israel juga disebut berupaya keras menarik suku Dermush serta beberapa kelompok lain agar menentang Hamas. Akan tetapi, meski terdapat perbedaan internal dengan Hamas, suku-suku ini secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Kelompok Perlawanan.
Menurut Kipa, meskipun Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu beberapa bulan lalu mengeklaim telah “mengaktifkan opsi” mendukung suku-suku penentang Hamas, hingga kini hanya satu kelompok kecil di Rafah, yang dipimpin Yasser Abu Shabab, seorang kriminal lokal, yang bersedia berpihak pada Israel.
Suku-suku di Jalur Gaza memiliki peran penting dalam struktur sosial Palestina. Sejak awal pendudukan, mereka kerap menjadi basis dukungan bagi Gerakan Perlawanan, termasuk Hamas. Solidaritas suku sering menjadi benteng sosial yang memperkuat ketahanan masyarakat di tengah blokade dan agresi militer.
Karena itulah, upaya Israel untuk memecah-belah suku-suku Gaza dipandang sebagai strategi gagal sejak awal: ikatan keluarga, sejarah perlawanan, dan penderitaan bersama membuat mayoritas suku tetap berpihak pada perjuangan membela Tanah Air.
