Biaya Perang Membengkak, Pentagon Sibuk Berburu Dana Tambahan
POROS PERLAWANAN — The Washington Post melaporkan Pentagon menghadapi krisis anggaran akibat membengkaknya biaya perang melawan Iran. Sejumlah pos pendanaan penting disebut terancam habis dalam beberapa pekan ke depan sehingga Departemen Pertahanan AS berpacu dengan waktu untuk memperoleh tambahan dana dari Kongres.
Laporan yang terbit pada Selasa (21/7/2026) menyebut Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dijadwalkan meminta anggota Kongres segera menyetujui anggaran tambahan sebelum parlemen memasuki masa reses pada Kamis. Jika gagal tercapai, pembahasan pendanaan baru diperkirakan tertunda selama beberapa pekan.
Mengutip anggota Kongres serta pejabat Amerika saat ini dan sebelumnya, The Washington Post menyebut tekanan anggaran terutama dipicu oleh berlarut-larutnya perang dengan Iran. Kondisi tersebut bahkan telah memaksa Pentagon membatasi latihan militer, menunda pemeliharaan peralatan, serta mengalihkan dana dari berbagai program lain untuk menutup kebutuhan operasional.
Pemerintahan Donald Trump telah meminta Kongres menyetujui tambahan 67 miliar dolar AS guna membiayai perang. Namun hingga kini, pembahasan masih menemui jalan buntu di tengah perbedaan sikap di parlemen.
Menurut Direktur Anggaran Gedung Putih, Russell Vought, perang sejauh ini telah menghabiskan sekitar 30 miliar dolar AS. Meski demikian, sejumlah analis independen menilai angka sebenarnya kemungkinan lebih besar karena belum mencakup biaya perbaikan pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah yang mengalami kerusakan akibat serangan Iran.
Laporan itu juga menyebut operasi militer yang dimulai pada akhir Februari telah memberikan tekanan besar terhadap Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika Serikat. Dengan pola pengeluaran saat ini, sebagian anggaran operasional kedua matra tersebut diperkirakan dapat habis sebelum akhir bulan.
Untuk menutup kekurangan dana hingga tahun fiskal berikutnya, Pentagon dilaporkan mulai mengalihkan anggaran dari program latihan, pembelian persenjataan, hingga pemeliharaan fasilitas militer. Dokumen yang diperoleh The Washington Post menunjukkan Pentagon juga meminta izin Kongres untuk mengalihkan 4,3 miliar dolar AS dari pos pelatihan dan pengadaan senjata ke kebutuhan yang dinilai lebih mendesak.
Sementara itu, Partai Republik di DPR AS tengah menyiapkan skema percepatan persetujuan anggaran pertahanan senilai 73 miliar dolar AS. Namun upaya tersebut diperkirakan menghadapi hambatan di Senat, sementara Partai Demokrat menyatakan menolak tambahan anggaran selama pemerintahan Trump terus melanjutkan perang melawan Iran.
Hingga kini Pentagon juga belum menyerahkan rincian biaya perang maupun data persediaan amunisi presisi yang diminta Kongres setelah ribuan munisi digunakan dalam operasi militer terhadap Iran.
