Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Mulai Sasar ‘Otak’ Sistem Komando Militer Amerika

POROS PERLAWANAN — Dalam peperangan modern, menghancurkan persenjataan bukan lagi satu-satunya cara melumpuhkan lawan. Yang jauh lebih menentukan adalah mengganggu jaringan komando, komunikasi, dan pertukaran data yang menjadi pusat koordinasi seluruh operasi militer.

Menurut laporan analisis yang dipublikasikan Fars News pada Selasa (21/7/2026), serangan awal Iran dalam konflik terbaru difokuskan pada jaringan Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C4ISR) milik Amerika Serikat. Infrastruktur ini menghubungkan pusat komando, radar, satelit, pertahanan udara, pesawat tempur, drone, hingga berbagai satuan operasi dalam satu jaringan terpadu.

Dalam konsep network-centric warfare, kekuatan militer tidak hanya ditentukan oleh kemampuan setiap perangkat, tetapi juga oleh kelancaran arus informasi di antaranya. Karena itu, terganggunya jaringan komunikasi dapat mengurangi efektivitas operasi meskipun perangkat keras tetap berfungsi.

Fars menyebut salah satu sasaran utama adalah terminal komunikasi satelit Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Fasilitas ini menjadi penghubung antara pusat komando dan pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan, sekaligus mendukung pengiriman data serta koordinasi operasi.

Laporan tersebut juga menyoroti radar peringatan dini AN/FPS-132 di Qatar, yang disebut sebagai salah satu komponen utama jaringan peringatan rudal Amerika. Berkurangnya kemampuan radar ini dinilai dapat mempersempit waktu bagi komandan untuk mendeteksi ancaman, mengambil keputusan, dan mengoordinasikan respons.

Sasaran strategis lainnya adalah radar AN/TPY-2, sensor utama sistem pertahanan rudal THAAD. Selain mendeteksi sasaran, radar ini mampu membedakan hulu ledak asli dari umpan maupun pecahan rudal. Menurut Fars, terganggunya kemampuan radar tersebut berpotensi menurunkan akurasi pertahanan udara dan meningkatkan penggunaan rudal pencegat terhadap sasaran yang keliru.

Secara keseluruhan, fokus serangan disebut diarahkan pada rantai “sensor-to-shooter”, yakni proses mulai dari pendeteksian sasaran, pengolahan data di pusat komando, hingga penerbitan perintah penembakan. Gangguan pada salah satu mata rantai ini dinilai dapat memperlambat respons, mengurangi koordinasi antarunit, dan menurunkan efektivitas pertahanan, meskipun sebagian besar perangkat tempur masih utuh secara fisik.

Fars juga mengutip data yang menyebut sejak awal konflik, serangan Iran telah mengenai atau merusak sedikitnya 228 fasilitas dan peralatan militer di 15 pangkalan Amerika Serikat di kawasan. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *