Biden Pasti Idiot dan Bakal Menyesal jika Mengulang Tindakan Bodoh Serupa Pendahulunya Soal Iran - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Biden Pasti Idiot dan Bakal Menyesal jika Mengulang Tindakan Bodoh Serupa Pendahulunya Soal Iran

Biden Pasti Idiot dan Bakal Menyesal jika Mengulang Tindakan Bodoh Serupa Pendahulunya Soal Iran

POROS PERLAWANAN – Tampaknya Presiden AS, Joe Biden masih bimbang untuk mengembalikan negaranya ke JCPOA. Dari satu sisi, ia mengesankan ingin kembali ke JCPOA apa adanya. Namun dari sisi lain, secara implisit ia menolak kesepakatan saat ini dan menuntut perubahan, yang akan mencakup program rudal dan peran Iran di Kawasan.

Dilansir al-Alam, kebingungan ini muncul akibat kesalahan besar Donald Trump yang mengeluarkan AS dari JCPOA dan kegagalan kebijakan “Tekanan Maksimum”-nya atas Iran. Dari satu sisi, gagalnya kebijakan Trump mendorong Biden untuk kembali ke JCPOA. Di sisi lain, ia berpikir bisa bekerja sama dengan Eropa dan memanfaatkan sanksi yang ada saat ini untuk memeras Iran serta mendapatkan kesepakatan “yang lebih baik”.

Salah satu bukti sikap plin plan Pemerintahan Biden adalah statemen bersama para Menlu Jerman, Inggris, Prancis, dan AS baru-baru ini. Dalam statemen itu, mereka mengaku khawatir atas pengayaan uranium 20 persen yang dilakukan Iran. Mereka mendesak Teheran untuk membatalkan tindakan lain, terutama penangguhan Protokol Susulan dan pelarangan inspeksi IAEA.

Hal yang patut dicamkan adalah statemen itu sama sekali tidak menyinggung penyebab Iran mengurangi komitmennya di JCPOA, termasuk keluarnya AS dari kesepakatan dan tiadanya pemenuhan janji-janji Eropa.

Dengan kata lain, AS dan tiga negara Eropa itu hanya membahas akibat, alih-alih membahas sebabnya.

Bukti lainnya adalah pidato terbaru Biden di Konferensi Keamanan Munich. Dia mengaku bahwa AS siap membahas program nuklir Iran bersama para sekutunya. Sebagian pihak menilai statemen ini sebagai penegasan Biden untuk kembali ke JCPOA.

Biden pasti idiot jika ia ingin mengulang langkah gagal pendahulunya. Ia juga akan lebih idiot jika berpikir bisa mendapatkan sesuatu yang tak bisa diperoleh Trump dengan cara mengandalkan Eropa.

Bahwa Biden mengandalkan Eropa adalah tindakan tidak pada tempatnya serta tak akan mengubah pendirian Iran. Sebab, Eropa di masa Trump tak pernah mendukung Iran, sehingga Teheran saat ini tak perlu merasa cemas akan kehilangan dukungan Eropa di masa Biden.

Biden tak memiliki banyak waktu lagi. Dia harus segera menentukan sikapnya soal kembalinya AS ke JCPOA. Iran pada 23 Februari nanti akan menghentikan pelaksanaan sukarela Protokol Susulan dan inpeksi penyidik IAEA. Di sinilah Biden akan menyesali kesalahannya jika tetap mengulang langkah serampangan Trump.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *