Bloomberg: Ekspor Minyak Iran Melonjak, Kilang Tiongkok Tingkatkan Penarikan dari Tangki dan Kapal di Laut
POROS PERLAWANAN – Ekspor minyak Iran kembali mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya aktivitas pembelian oleh kilang-kilang independen Tiongkok.
Menurut laporan Kayhan pada Kamis 4 Desember, Bloomberg melaporkan bahwa setelah Pemerintah Tiongkok mengalokasikan kuota impor baru, kilang-kilang swasta, dikenal sebagai teapots mulai menarik volume besar minyak mentah Iran yang selama ini disimpan di tangki pelabuhan maupun di kapal tanker floating storage.
Mengutip sumber industri, Bloomberg menyebut bahwa sejumlah kilang di Provinsi Shandong telah mulai memindahkan minyak dari gudang berikat ke fasilitas pengolahan mereka. Data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal tanker raksasa Iran yang sebelumnya berlabuh di lepas pantai Tiongkok akhirnya membongkar muatan pada pekan ini di dua pelabuhan berbeda. Salah satunya, kapal berbendera Panama Il-Gap, membongkar sekitar dua juta barel minyak di pelabuhan Rizhao, Shandong.
Menurut data Kepler, volume minyak mentah Iran yang disimpan di kapal tanker mencapai lebih dari 54 juta barel pada pekan ini, level tertinggi dalam dua setengah tahun. Kenaikan stok terapung ini sejalan dengan meningkatnya ekspor Iran yang pada 2024–2025 mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Tiongkok tetap menjadi pembeli terbesar, dengan porsi terbesar masuk ke kilang-kilang independen yang memanfaatkan harga diskon akibat sanksi AS.
Namun, kinerja teapots tahun ini sempat tertekan. Kuota impor yang menipis, ditambah ketatnya regulasi terhadap bahan baku alternatif seperti fuel oil, memaksa mereka mengurangi pembelian pada kuartal terakhir. Sistem kuota yang dikendalikan Pemerintah Tiongkok menjadi faktor utama ritme impor mereka.
Beijing biasanya hanya mengumumkan kerangka umum kuota impor tahunan tanpa merinci alokasi per tahap, namun analis memperkirakan sekitar 20 kilang swasta menerima total 7–8 juta ton kuota dalam putaran terakhir. Pada 2024, Pemerintah memberi seluruh kuota secara penuh di awal tahun, dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi dan perencanaan. Namun, mekanisme ini membuat banyak kilang menghabiskan kuota lebih cepat dari proyeksi dan kehabisan ruang impor sebelum tahun berakhir.
Dari perspektif pasar, pola ini menunjukkan dua hal: pertama, ketergantungan kilang independen Tiongkok pada minyak Iran semakin struktural; kedua, Tiongkok masih memainkan peran penyangga penting bagi ekspor energi Iran di tengah sanksi internasional. Pergerakan stok terapung dan pola pembongkaran tanker dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi indikator kunci arah pasar minyak Iran menjelang kuartal pertama tahun berikutnya.
