Penasihat Senior IRGC Gugur Syahid di Aleppo
POROS PERLAWANAN – Salah satu Penasihat senior IRGC (Garda Pengawal Revolusi Islam Iran) di Aleppo, Komandan Kyumars Pourhashemi, yang juga dikenal dengan julukan “Haj Hashem”, gugur sebagai syahid dalam serangan oleh kelompok teroris Tahrir al-Sham. Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, beliau gugur pada Kamis, 28 November, akibat serangan yang dilancarkan kelompok tersebut di Aleppo.
Sejak Rabu pagi, kelompok teroris melancarkan operasi besar-besaran untuk menyerang wilayah Aleppo. Serangan ini dipimpin oleh Tahrir al-Sham, sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra. Kelompok ini berupaya merebut kendali atas Aleppo dari arah barat. Namun, serangan besar ini tidak hanya terbatas pada Aleppo. Dua kota kecil mayoritas Syiah di pinggiran Aleppo, yaitu Nubl dan Zahra, juga menjadi sasaran tembakan roket dan mortir tanpa henti.
Kelompok Takfiri, yang didukung oleh Turki, melancarkan serangan tersebut meskipun di kedua kota ini tidak terdapat pusat militer atau fasilitas keamanan.
Koresponden Kantor Berita Tasnimnews, Ahmad Sharbu melaporkan dari Aleppo bahwa wilayah Nubl dan Zahra telah lama dikepung oleh kelompok Takfiri. Mereka berusaha menyerang dan menguasai kedua kota kecil yang dihuni komunitas Syiah tersebut.
Seorang warga Nubl mengatakan, “Sejak kemarin, kota ini diserang secara brutal. Rumah-rumah warga dihancurkan, tetapi kami akan tetap bertahan di kota kami.”
Sementara itu, seorang dokter dari Rumah Sakit Sayyidah Zahra melaporkan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan banyak warga mengalami luka serius, bahkan beberapa di antaranya kehilangan nyawa. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai “bencana kemanusiaan yang terus berulang”.
Serangan ini bertepatan dengan pengumuman gencatan senjata antara rezim Zionis dan Lebanon. Serangan Tahrir al-Sham di Aleppo menjadi salah satu operasi terbesar sejak pembebasan kota itu pada 2016.
Eskalasi kekerasan ini menunjukkan keganasan kelompok Takfiri dalam mengejar agenda mereka, tanpa memedulikan dampak terhadap warga sipil. Keberanian masyarakat Nubl dan Zahra untuk tetap bertahan di tengah situasi ini menjadi simbol keteguhan di tengah kekejaman perang, sekaligus menyoroti ancaman serius yang terus dihadapi masyarakat Aleppo dan sekitarnya.
