Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Brigjend IRGC: Amerika Kini Harus Takut pada Bayangannya Sendiri

POROS PERLAWANAN – Wakil Koordinator Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigjend Mohammad Reza Naqdi, menegaskan bahwa musuh telah mengalami kekalahan dalam pemikiran dan ideologi. Ia menyebut, generasi muda revolusioner dan anggota Basij kini memegang kendali perjuangan, sehingga Amerika Serikat, menurutnya, harus takut bahkan pada bayangannya sendiri.

Dilansir oleh Tasnim News Agency pada Sabtu 14 Desember, pernyataan ini disampaikan dalam acara penutupan Event Produksi Konten Digital Basij ke-6 yang diadakan di aula “Cheleh-Sara” di Musala Tehran. Naqdi menyoroti peran para syuhada dalam membuka jalan bagi kemajuan dan keberlanjutan Revolusi Islam melalui pengorbanan darah mereka.

Dimensi Perjuangan: Taktis hingga Ideologis

Naqdi menjelaskan bahwa setiap perang besar memiliki berbagai lapisan. “Ada lapisan taktis, strategis, dan yang paling mendalam adalah lapisan ideologis, yang menjadi inti dari seluruh perjuangan,” jelasnya. Ia menambahkan, para syuhada di Gaza, Lebanon, dan Palestina telah berhasil mengalahkan musuh di arena ideologis melalui ketabahan, kesabaran, dan pengorbanan darah mereka.

Pasca-Liberalisme dan Kejatuhan Barat

Dalam konteks era pasca-liberalisme, Naqdi menegaskan para syuhada telah menghancurkan simbol-simbol kekuatan Barat dan membuka jalan bagi generasi muda revolusioner. “Kini, panggung berada di tangan kalian, generasi muda yang cerdas dan anggota Basij. Amerika kini harus takut pada bayangannya sendiri,” tegasnya.

Kekejaman yang Belum Pernah Ada dalam Sejarah

Naqdi juga mengkritik keras kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina. Ia menyebutkan bahwa kekejaman tersebut melampaui kebiadaban tokoh-tokoh seperti Jenghis Khan, Saddam Hussein, Winston Churchill, Hitler, dan Napoleon.

“Mereka meratakan universitas, sekolah, dan rumah sakit di Gaza. Kekejaman seperti ini adalah hasil dari ideologi liberalisme,” ungkapnya. Ia mengusulkan agar kejahatan-kejahatan ini didokumentasikan dan ditampilkan dalam pameran publik agar dunia menyadari kebengisan tersebut.

Menurutnya, keteguhan rakyat Gaza telah membangkitkan kesadaran global dan menunjukkan bahwa peradaban Barat hanyalah kehancuran.

Kegagalan Ideologi Musuh

Naqdi menegaskan, kegagalan ideologi Barat tampak jelas di Gaza, yang kehancurannya merupakan bukti nyata dari apa yang disebut sebagai peradaban Barat. Ia juga menyinggung kerusuhan di Iran pada tahun 2022, dengan mengatakan bahwa musuh menggunakan tipu daya untuk menciptakan narasi global yang merugikan Iran.

“Mereka yang mengaku penuh belas kasih justru membantai 16.500 anak-anak, mencabik-cabik 11.000 perempuan, dan membunuh bayi yang baru lahir di Gaza. Lalu mereka menyebut ini sebagai ‘pembelaan yang sah’. Ini adalah bukti nyata kebiadaban Barat,” tegasnya.

Seruan kepada Generasi Muda

Di akhir pidatonya, Naqdi menyerukan generasi muda untuk memanfaatkan perjuangan rakyat Gaza yang telah membuka jalan bagi mereka. “Maju dan taklukkan dunia dengan semangat revolusioner berdasarkan Islam murni Muhammad SAW,” serunya.

Ia juga mengumumkan rencana untuk menyelenggarakan Event Produksi Konten Digital Basij di Quds dan Masjid Al-Aqsa dalam skala global. “Tanda-tanda kemenangan besar umat manusia atas para tiran sudah tampak. Ketekunan, kesadaran, dan perjuangan kita akan menjadi penentu dalam membangkitkan kesadaran dunia,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *