Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Menlu Turki: Ankara Yakinkan Rusia dan Iran untuk Tidak Intervensi Militer di Suriah

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengungkap bahwa Ankara berhasil meyakinkan Rusia dan Iran untuk tidak melakukan intervensi militer di Suriah selama serangan kelompok teroris yang akhirnya menggulingkan rezim Suriah. Menurut Fidan, kedua negara tersebut memahami situasi ini dan memutuskan untuk tidak campur tangan.

Dalam wawancara langsung yang disiarkan oleh saluran televisi swasta Turki NTV pada Jumat, 13 Desember, Fidan menyatakan, “Hal terpenting adalah berbicara dengan Rusia dan Iran, memastikan mereka tidak akan terlibat secara militer dalam dinamika ini, dan mereka menerima serta memahami hal itu.”

Ia menambahkan, “Kami berupaya mencapai tujuan tanpa pertumpahan darah dengan melanjutkan negosiasi yang terarah bersama dua aktor penting yang memiliki kekuatan militer, demi meminimalkan korban jiwa sebanyak mungkin.”

Penggulingam Rezim Suriah

Setelah serangan yang berlangsung selama 11 hari, kelompok teroris Suriah yang dipimpin oleh Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) berhasil menggulingkan rezim Suriah pada Minggu. Kelompok tersebut kemudian membentuk pemerintahan transisi dengan menunjuk Mohammad Al-Bashir sebagai pemimpin hingga Maret tahun depan.

Kekhawatiran atas Hay’at Tahrir al-Sham

Sejumlah negara, khususnya di kawasan Timur Tengah, menyampaikan kekhawatiran atas keberadaan dan pengaruh Hay’at Tahrir al-Sham. Fidan mengakui bahwa kekhawatiran tersebut “sangat wajar,” namun ia menekankan bahwa “solusi harus dicari untuk menyelesaikan masalah ini.”

Ia juga mengungkapkan bahwa Turki menjaga jalur komunikasi terbuka dengan Hay’at Tahrir al-Sham. “Kami menyampaikan kekhawatiran ini langsung kepada mereka, dan menjadi tanggung jawab mereka untuk merespons serta menanganinya,” kata Fidan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *