Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Bukan Gertakan, Tapi Deklarasi Kesiapan Penuh, Hizbullah: Senjata Perlawanan Tak Tersentuh, Kekuasaan Tetap Utuh

Hizbullah: Operasi Yaman Hancurkan Keperkasaan Palsu Boneka Zionis

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syekh Naim Qasim menegaskan dalam pidato publiknya baru-baru ini bahwa senjata Perlawanan adalah garis merah yang tak bisa dilanggar oleh siapa pun. Pernyataan itu memicu reaksi tajam dari musuh internal Lebanon serta rezim Zionis Israel, namun di sisi lain memperkuat posisi Hizbullah dalam lanskap politik dan keamanan negara tersebut.

Analis politik Lebanon, Ismail Najjar, dalam wawancara dengan Kantor Berita Mehr yang terbit pada Sabtu 10 Mei, menilai bahwa pidato Sekjen Hizbullah itu merupakan respons strategis terhadap dinamika internal dan agresi eksternal yang terus berlangsung. Ia menyebut bahwa Hizbullah kini mengadopsi sikap ketegasan strategis dalam menghadapi tekanan yang kian meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketegasan atas Nama Rasionalitas

Menurut Najjar, kebijakan dalam dan luar negeri dari Hizbullah selama ini selalu bertumpu pada logika rasionalitas dan kesabaran. Namun, pelanggaran berulang oleh Israel terhadap Resolusi 1701, mulai dari serangan udara hingga penghancuran rumah-rumah di selatan Lebanon telah mendorong Hizbullah untuk bersuara lantang.

“Dalam situasi ketika media bayaran mulai menyebarkan kabar bahwa Hizbullah bersedia menyerahkan senjata, Perlawanan tampil tegas dan menyatakan bahwa senjata mereka tidak akan diserahkan dalam kondisi apa pun,” ujar Najjar.

Respons terhadap Seruan Pelucutan Senjata

Pernyataan Syekh Qasim juga dibaca sebagai sindiran keras terhadap kekuatan-kekuatan politik internal yang dinilai pro-Zionis dan menyerukan pelucutan senjata Perlawanan. Najjar menyatakan bahwa sebagian elite politik Lebanon memiliki hubungan erat dengan kekuatan asing dan berulang kali mengorbankan stabilitas nasional demi kepentingan pribadi dan dukungan luar negeri.

“Mereka tidak bicara demi rakyat Lebanon, tapi menjalankan proyek-proyek asing, yang tujuannya mendesain ulang tatanan Lebanon sesuai kepentingan Israel,” katanya.

Senjata, Strategi, dan Stabilitas

Najjar menambahkan bahwa pesan Syekh Qasim kepada Pemerintah Lebanon juga jelas: sebelum berbicara soal pelucutan senjata, Pemerintah harus lebih dulu memastikan penarikan penuh Israel dari wilayah selatan, penghentian agresi militer, dan pembebasan para tahanan Lebanon.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Hizbullah dan Militer Lebanon. “Hubungan ini tidak dibangun dalam semalam. Itu hasil sejarah panjang, darah mereka telah menyatu. Tidak ada pihak luar yang bisa memecah basis tripartit antara tentara, rakyat, dan Perlawanan,” tegas Najjar.

Sinyal kepada Israel dan Sekutu Barat

Dalam pidatonya, Syekh Naim Qasim mengingatkan bahwa Hizbullah tak akan terus bersabar. Agresi Israel, yang diduga telah mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat, dinilai sudah melampaui batas. Najjar menyebut bahwa Hizbullah tengah mengirimkan peringatan terakhir.

“Ketika Syekh Naim Qasim mengatakan bahwa kebijakan penahanan diri telah usai, itu berarti Hizbullah siap kembali ke medan tempur. Ini bukan gertakan; ini deklarasi kesiapan penuh,” ujarnya.

Menantang Dominasi AS di Lebanon

Sekjen Hizbullah juga mengeluarkan pernyataan tajam bahwa Lebanon tak akan tunduk pada pengaruh Amerika, sebuah pesan yang menurut Najjar ditujukan kepada elite politik yang condong ke blok Barat.

“Jika Syekh Naim Qasim memutuskan untuk mengganggu stabilitas meja perundingan, maka semua kalkulasi akan berubah. Mereka yang selama ini bersembunyi di balik retorika kosong akan lari bersembunyi,” katanya.

Perlawanan Tak Melemah

Menutup komentarnya, Najjar menegaskan bahwa pesan inti dari pidato Syekh Naim Qasim adalah tentang kekuatan yang belum padam.

“Siapa pun yang berpikir Hizbullah telah melemah adalah orang yang keliru besar. Hizbullah bukan hanya belum dikalahkan, tapi siap bertempur di berbagai medan. Dan jika hari itu tiba, dunia akan kembali menyaksikan kebangkitan kekuatan Perlawanan,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *