Bulan Sabit Merah Iran Selamatkan 7.215 Korban, Kerusakan Sipil Meluas
POROS PERLAWANAN — Lebih dari 7.200 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan akibat serangan militer AS–Israel ke Iran, disertai kerusakan luas pada fasilitas sipil dan infrastruktur vital.
Ketua Bulan Sabit Merah Iran, Pirhossein Kolivand melaporkan jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 7.215 orang, seperti dikutip Al Alam pada Kamis 16 April.
Sebanyak 7.144 korban luka telah dibawa ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Waktu respons tim tercatat kurang dari empat menit sejak laporan diterima, meski operasi berlangsung di tengah kerusakan luas dan kondisi medan yang berat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan Presiden Masoud Pezeshkian ke markas Bulan Sabit Merah. Kinerja tim di lapangan menunjukkan kesiapan tinggi dalam menghadapi situasi darurat berskala besar.
Di balik operasi penyelamatan, skala kerusakan terus membesar. Sedikitnya 339 fasilitas kesehatan terdampak, termasuk rumah sakit, apotek, dan pusat layanan medis. Sebanyak 32 institusi pendidikan juga mengalami kerusakan.
Dampak menjalar ke infrastruktur publik. Sebanyak 20 fasilitas Bulan Sabit Merah, 15 jembatan dan jalur kereta api, serta lima depot bahan bakar mengalami kerusakan. Sejumlah bandara dan pesawat sipil turut terdampak.
Kapasitas respons darurat ikut melemah setelah 49 kendaraan penyelamat, 43 ambulans, dan tiga helikopter rusak.
Kolivand menegaskan seluruh serangan terhadap warga sipil dan fasilitas kemanusiaan telah didokumentasikan sebagai dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional. Dokumen tersebut telah diserahkan kepada International Criminal Court, International Committee of the Red Cross, serta United Nations dan lembaga terkait.
Menurutnya, pimpinan ICRC telah menyampaikan kecaman melalui komunikasi resmi dan menyatakan dukungan terhadap Bulan Sabit Merah Iran, sekaligus mengakui validitas dokumen yang diajukan.
Data pusat pemantauan menunjukkan serangan paling intens terjadi di Teheran, diikuti Hormozgan, Isfahan, Bushehr, Azerbaijan Barat, Khuzestan, Fars, Markazi, Sistan dan Baluchestan, Alborz, Qom, Ilam, dan Hamedan.
Skala dampak menunjukkan serangan telah meluas dari target militer ke ruang sipil, termasuk layanan kesehatan dan infrastruktur dasar.
