Starmer Tolak Tekanan Trump, Inggris Tak Akan Ikut Perang Melawan Iran
POROS PERLAWANAN — Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menegaskan negaranya tidak akan bergabung dalam perang terhadap Iran meski mendapat tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Mengutip Agence France-Presse pada Rabu 15 April, Starmer menyampaikan sikap tersebut di parlemen setelah Trump mengancam membatalkan kesepakatan dagang dengan Inggris.
“Kami tidak akan terseret ke dalam perang ini. Ini bukan perang kami, dan saya tidak akan mengubah posisi. Bergabung tidak sejalan dengan kepentingan nasional,” kata Starmer.
Trump sebelumnya berulang kali mengkritik kebijakan Starmer. Namun, ia menilai ketegangan hubungan kedua negara tidak akan memengaruhi kunjungan resmi Raja Inggris, Charles III, ke Amerika Serikat bulan ini.
Menanggapi hal tersebut, Starmer menegaskan hubungan Inggris dan Amerika Serikat tetap kuat. “Hubungan jangka panjang kedua negara jauh lebih besar daripada siapa pun yang sedang menjabat,” ujarnya di parlemen.
Starmer juga mengkritik pernyataan Trump yang mengancam kehancuran “peradaban” Iran dan menilai pernyataan tersebut berpotensi memperburuk situasi.
Menteri Kesehatan Inggris, Wes Streeting, turut mengkritik pernyataan Trump. Ia menyebut retorika tersebut provokatif dan tidak pantas.
Sikap London menegaskan jarak dari eskalasi konflik di Timur Tengah di tengah tekanan Washington yang mendorong dukungan sekutu dalam operasi militer terhadap Iran.
