Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Bushehr Kembali Diserang, Iran Sebut Fasilitas Nuklirnya Dihantam untuk Ketiga Kalinya

POROS PERLAWANAN — Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr kembali dihantam proyektil pada Jumat pagi, menandai serangan ketiga terhadap fasilitas tersebut di tengah eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di selatan Iran terkena proyektil pada Jumat pagi 28 Maret waktu setempat.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip Press TV pada Sabtu, AEOI menyebut serangan itu sebagai insiden ketiga yang menyasar fasilitas Bushehr sejak dimulainya agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Meski demikian, otoritas Iran menyatakan tidak ada kerusakan manusia, teknis, maupun finansial yang terdeteksi dalam laporan awal.

“Penilaian awal menunjukkan bahwa, meskipun proyektil tersebut mengenai area pabrik, tidak ada bagian fasilitas yang mengalami kerusakan,” kata AEOI dalam pernyataannya.

AEOI menegaskan fasilitas Bushehr saat ini tetap beroperasi penuh. Otoritas Iran juga memperingatkan bahwa setiap kerusakan terhadap instalasi tersebut dapat memicu insiden nuklir serius dengan dampak luas bagi Kawasan.

“Tindakan semacam itu menimbulkan risiko serius terhadap keamanan dan keselamatan regional,” lanjut pernyataan itu.

Iran menilai penargetan fasilitas nuklir sipil untuk tujuan damai merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan kewajiban internasional yang melindungi infrastruktur semacam itu dari serangan militer.

Dalam pernyataan terpisah pada hari yang sama, AEOI juga menyesalkan sikap lembaga-lembaga internasional, terutama Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang dinilai lamban merespons serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

AEOI menyebut respons diam komunitas internasional terhadap insiden tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”.

Sorotan serupa juga datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pada Jumat, Araghchi menyebut Israel menargetkan infrastruktur sipil Iran dalam rangkaian agresi yang berlangsung sejak akhir Februari.

Araghchi menegaskan Iran akan membebankan “harga yang mahal” atas serangan terhadap infrastruktur negaranya.

Pernyataan itu juga menyinggung klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang sebelumnya menyatakan telah memperpanjang jeda dalam serangan terhadap Iran. Menurut Teheran, serangan terhadap fasilitas sipil justru menunjukkan situasi di lapangan bertolak belakang dengan pernyataan tersebut.

Serangan berulang terhadap Bushehr dipandang menambah kekhawatiran internasional atas risiko eskalasi militer yang dapat meluas menjadi krisis keamanan regional dengan dimensi nuklir.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *