Dalam Hitungan Hari, Israel Dikabarkan Siap Lanjutkan Perang di Gaza
POROS PERLAWANAN – Seorang analis Zionis mengeklaim bahwa Israel hanya akan menunggu beberapa hari sebelum melanjutkan perang di Jalur Gaza.
Laporan ini dinukil dari Kantor Berita Tasnim pada Selasa 4 Maret, yang menyebutkan analis Yoni Ben-Menachem menulis di situs webnya bahwa Mesir dan Qatar saat ini tengah berupaya mencari jalan keluar guna melanjutkan negosiasi pertukaran tahanan.
Negosiasi yang Diprediksi Gagal
Ben-Menachem mengutip sumber-sumber Israel yang memiliki akses informasi tepercaya dan menyatakan bahwa kemungkinan keberhasilan negosiasi sangat kecil. Oleh karena itu, tentara Israel dikabarkan bersiap untuk melanjutkan operasi militer di Gaza dengan meningkatkan tekanan, baik secara militer maupun sipil, terhadap Hamas.
Menurutnya, Israel telah menunda dimulainya kembali perang atas permintaan Qatar dan Mesir, yang bertindak sebagai mediator dalam proses ini. Namun, penundaan ini diperkirakan hanya berlangsung beberapa hari guna memberi kesempatan bagi kedua negara tersebut untuk mendorong kemajuan dalam perundingan.
Israel Siapkan Pasukan, Tel Aviv Prediksi Perang Tak Terelakkan
Sumber-sumber politik Israel mengungkapkan bahwa dari sudut pandang Tel Aviv, peluang tercapainya kesepakatan sangat kecil. Oleh karena itu, konfrontasi dengan Hamas dipandang sebagai sesuatu yang tak terhindarkan.
“Israel menggunakan waktu ini untuk mempersiapkan satuan militernya dalam rangka melanjutkan perang,” ujar Ben-Menachem. Ia menambahkan bahwa penundaan ini juga memberi kesempatan bagi Kepala Staf Militer Israel yang baru, Eyal Zamir, untuk beradaptasi dengan jabatannya.
Di sisi lain, persiapan juga dilakukan untuk menyambut Utusan Khusus Pemerintah Amerika Serikat, Steve Witkoff, yang dijadwalkan mengunjungi wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan sebelum perang kembali dimulai.
Dukungan AS dan Rencana Penghancuran Gaza
Ben-Menachem juga melaporkan bahwa Pemerintahan Trump telah menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Israel untuk menghentikan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
Selain itu, sumber-sumber Militer Israel mengungkapkan bahwa Eyal Zamir, yang akan mulai menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Israel pada Rabu mendatang, telah mengadakan pertemuan dengan seluruh komandan senior Angkatan Darat di Komando Selatan. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas strategi untuk melanjutkan perang di Jalur Gaza.
Lebih lanjut, menurut laporan yang mengutip sumber keamanan tepercaya, tentara Israel telah merencanakan penggunaan buldoser raksasa D9 yang disediakan oleh Pemerintahan Trump. Mesin berat tersebut akan digunakan segera setelah perang darat dimulai kembali untuk menghancurkan bangunan yang tersisa di Gaza Utara. Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya Israel dalam mewujudkan rencana Presiden AS untuk merelokasi paksa penduduk Gaza.
