Dari Sidang ASEAN hingga Laporan Lembaga Kajian, Kegagalan Struktural AS Kian Terungkap
POROS PERLAWANAN – Menurut laporan Kayhan pada Kamis (23/7/2026), indikasi kegagalan struktural Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung semakin sulit disangkal. Salah satu sorotan utama adalah pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di sela-sela pertemuan ASEAN. Ia disebut mengakui bahwa serangan-serangan Iran dalam beberapa pekan terakhir telah menimbulkan kerusakan besar dan menyebabkan kerugian signifikan di pihak pasukan Amerika.
Laporan tersebut juga mengutip sejumlah sumber Barat dan internasional yang dinilai memperkuat gambaran mengenai tekanan yang dihadapi Washington. Salah satunya adalah Institute for the Study of War (ISW) yang, berdasarkan analisis data lapangan, menyebut sistem pertahanan udara seperti Patriot mengalami kesulitan mengintersepsi rudal-rudal Iran. Menurut lembaga itu, kemampuan rudal Iran melaju dengan kecepatan tinggi disertai manuver pada fase terminal menjadi tantangan utama bagi efektivitas sistem pertahanan udara Amerika.
Selain itu, citra satelit beresolusi tinggi yang dipublikasikan disebut memperlihatkan kerusakan struktural pada bangunan utama di pangkalan Tower 22, yang terletak di timur laut Yordania, dekat perbatasan Suriah dan Irak.
Kayhan juga mengutip laporan mengenai jatuhnya korban di pihak militer Amerika, termasuk personel yang tewas dan terluka, serta kerusakan pada sejumlah helikopter Black Hawk yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan regional.
Dalam narasi yang disampaikan Kayhan, perkembangan tersebut menunjukkan Pentagon menghadapi tantangan yang semakin besar dalam menjamin keamanan sekitar 50.000 personel militernya yang ditempatkan di sekitar 20 pangkalan di kawasan Asia Barat. Kondisi itu dinilai mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap postur pertahanan Amerika di kawasan di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung.
