Deretan Rudal Korps Garda Revolusi Islam Siap Diluncurkan dari Kota Bawah Tanah Terbaru Iran
POROS PERLAWANAN – Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Selasa malam ini (25/3), meresmikan kota rudal bawah tanah terbaru yang di dalamnya terdapat berbagai jenis rudal buatan dalam negeri yang siap ditembakkan ke arah musuh.
Kota rudal terbaru milik Pasukan Dirgantara IRGC ini diresmikan dengan kehadiran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata, serta Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, rudal “Kheibarshekan”, “Haj Qasim”, “Qadr H”, “Sejjil”, “Emad”, dan rudal jelajah “Paveh” siap untuk diluncurkan dan dioperasikan dari kota bawah tanah ini.
Kheibarshekan
Rudal Kheibarshekan merupakan salah satu rudal balistik canggih Iran dengan jangkauan 1.450 km. Rudal ini memiliki panjang 10,5 meter, diameter 800 mm, dan berat 4.500 kg. Hulu ledaknya seberat 500 kg mampu bergerak menuju target dengan kecepatan lebih dari 5.000 km/jam.
Keunggulan utama Kheibarshekan terletak pada hulu ledaknya yang dapat dipisahkan serta dikendalikan hingga saat tumbukan, memungkinkan manuver dan perubahan jalur untuk menghindari sistem pertahanan musuh. Dengan kemampuan melakukan manuver kompleks, rudal ini dapat mengecoh sistem pertahanan udara serta meningkatkan akurasi serangannya.
Pada November 2023, dalam kunjungan Pemimpin Tertinggi Iran ke pameran pencapaian Pasukan Dirgantara IRGC, sebuah versi baru Kheibarshekan dipamerkan. Versi ini mengalami perubahan desain hulu ledak serta peningkatan jangkauan hingga 1.800 km.
Haj Qasim
Rudal Haj Qasem adalah rudal balistik canggih dengan jangkauan 1.400 km. Rudal ini memiliki panjang 11 meter dan diameter antara 85 hingga 95 cm, dengan berat total 7 ton. Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat 500 kg dengan kecepatan hingga 5 Mach.
Keunggulan utama Haj Qasem mencakup penggunaan bahan bakar padat, kemampuan peluncuran miring, waktu persiapan tembak yang cepat, serta akurasi tinggi dalam mencapai target, menjadikannya salah satu rudal darat ke darat paling efektif di Iran.
Qadr H
Di kota bawah tanah baru IRGC ini, terdapat rudal dari keluarga Qadr bernama Qadr H, yang merupakan rudal balistik berbahan bakar cair.
Qadr H adalah rudal balistik satu tahap dengan hulu ledak terpisah. Dalam kondisi siap tempur, rudal ini memiliki berat lebih dari 17 ton, dengan 650 kg di antaranya merupakan hulu ledak. Rudal ini memiliki panjang 15,86 meter dan diameter 125 cm, dengan jangkauan operasional 1.650 km.
Ciri khas rudal Qadr meliputi waktu persiapan peluncuran yang cepat, kendali penerbangan yang baik, serta daya hancur tinggi, menjadikannya senjata andalan dalam sistem pertahanan Iran.
Sejjil
Rudal Sejjil adalah versi yang lebih canggih dari Shahab-3, dengan jangkauan sekitar 2.000 km dan kemampuan membawa hulu ledak 650 kg, menjadikannya salah satu rudal jarak jauh paling kuat milik Iran.
Sejjil merupakan rudal jarak jauh berbahan bakar padat pertama Iran. Karena waktu persiapannya yang sangat singkat, rudal ini dapat diluncurkan dalam hitungan menit, dan peluncurnya segera meninggalkan lokasi setelah penembakan. Hal ini meminimalkan kemungkinan rudal dihancurkan sebelum diluncurkan.
Sejjil adalah rudal dua tahap, di mana setelah bahan bakar tahap pertama habis, bagian ini akan terpisah dan tahap kedua mulai beroperasi. Rudal ini keluar dari atmosfer bumi dan melanjutkan perjalanannya di ketinggian sebelum kembali masuk atmosfer dengan kecepatan sekitar 13 Mach menuju target, membuatnya hampir mustahil dicegat oleh sistem pertahanan udara musuh.
Versi terbaru, Sejjil-2, menggunakan bahan bakar padat canggih yang meningkatkan kecepatan, akurasi, dan navigasi dibandingkan rudal darat ke darat Iran lainnya.
Emad
Rudal Emad adalah salah satu senjata yang terdapat di kota rudal bawah tanah baru IRGC. Rudal ini merupakan rudal balistik jarak jauh berbahan bakar cair pertama Iran yang dilengkapi dengan hulu ledak berpemandu.
Teknologi ini memungkinkan rudal Emad memiliki sistem kendali hingga saat tumbukan melalui pemasangan sirip kecil pada hulu ledaknya. Dengan jangkauan 1.700 km, rudal ini dapat membawa hulu ledak seberat 750 kg.
Emad memiliki panjang 15,5 meter dan berat lebih dari 17 ton. Rudal ini juga dapat diluncurkan dari sistem peluncuran silinder di kota rudal bawah tanah, yang dikenal sebagai “hujan rudal”.
Rudal Jelajah Paveh
Paveh adalah salah satu pencapaian terbaru Pasukan Dirgantara IRGC yang pertama kali diperkenalkan dalam pameran militer dengan kehadiran Pemimpin Tertinggi Iran.
Rudal ini memiliki jangkauan 1.650 km dan memiliki keunggulan dalam bermanuver melewati jalur kompleks serta menyerang target dari arah yang tidak terduga. Untuk mencapai kecepatan awal, Paveh menggunakan pendorong berbahan bakar padat yang akan terlepas setelah mesin jet utamanya menyala.
Selanjutnya, sayap rudal yang sebelumnya terlipat di badan akan terbuka, dengan desain sedikit miring ke belakang untuk meningkatkan stabilitas dan manuverabilitasnya selama penerbangan.
Mengapa Iran Menggunakan Kota Rudal Bawah Tanah?
1. Meningkatkan Kelangsungan dan Keamanan Persenjataan
Keberadaan kota rudal bawah tanah di Iran secara signifikan meningkatkan ketahanan dan keamanan persenjataan. Basis bawah tanah yang kokoh ini melindungi rudal dan perlengkapan militer dari serangan udara dan rudal musuh.
Dalam skenario konflik, ancaman penghancuran sistem rudal Iran dalam serangan mendadak dapat diminimalkan karena rudal dan sistem terkaitnya tersembunyi dari pengintaian satelit dan radar musuh serta dapat dipindahkan atau ditembakkan dari lokasi tak terduga.
2. Memperkuat Daya Tahan dan Respons Cepat
Kota rudal bawah tanah berperan penting dalam meningkatkan daya tahan pertahanan Iran. Keberadaan rudal di basis bawah tanah memungkinkan persiapan cepat dan pelaksanaan serangan balasan yang efektif terhadap ancaman apa pun.
Keberadaan infrastruktur ini mengirim pesan kepada musuh bahwa Iran memiliki kemampuan untuk melakukan serangan besar dan terus-menerus dalam situasi perang, yang berfungsi sebagai faktor penangkal.
3. Meningkatkan Fleksibilitas Strategi Pertahanan
Dengan kota rudal bawah tanah, Iran memiliki fleksibilitas lebih besar dalam strategi pertahanan dan serangan. Basis ini memungkinkan penempatan dan pergerakan rudal secara aman tanpa terdeteksi, menciptakan berbagai skenario operasional bagi militer Iran.
Selain itu, kombinasi sistem ini dengan teknik penembakan cepat, peluncuran dari berbagai sudut, serta taktik pengelabuan musuh memperkuat kemampuan rudal Iran terhadap ancaman modern dan meningkatkan efektivitas serangan mendadak serta presisi serangan.
