Ansharullah: Sepanjang Sejarah, Yaman Selalu Hancurkan Imperium-imperium Arogan
POROS PERLAWANAN – Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi al-Mashat pada Selasa 25 Maret menegaskan, rakyat negaranya akan mengalahkan AS dalam perang saat ini dan takkan mencabut dukungan untuk Gaza.
“Perangmu terhadap kami bukan hal baru. Sebab kami sudah berperang melawan kalian sejak beberapa dekade lalu, namun dengan label-label berbeda. Alhasil, kami siap menghadapi AS,” kata al-Mashat ditujukan kepada Donald Trump, Fars melaporkan.
“Saya katakan kepada Si Kafir Trump bahwa siapa pun yang memberi tahu kalau dirimu bisa unjuk kekuatan di Yaman, berarti dia telah mengecoh dan menjebakmu.”
“Sepanjang sejarah, Yaman selalu menjadi medan untuk melancarkan pukulan pamungkas kepada imperium-imperium arogan.”
Ditujukan kepada Saudi, al-Mashat mengatakan,”Jika Rezim Saudi tulus dalam janjinya untuk perdamaian dan keamanan di Kawasan, mereka harus menjalankan kesepakatan-kesepakatan yang berujung kepada perdamaian menyeluruh dan permanen.”
Menurutnya, Saudi mesti menyiapkan mukadimah-mukadimah perdamaian, termasuk penghentian agresi, pencabutan blokade, dan penarikan pasukan asing dari Yaman.
“Jika Saudi menghendaki perdamaian, mereka harus menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan tawanan, kompensasi, ganti rugi untuk Yaman, dan rekonstruksi.”
Al-Mashat kembali menegaskan berlanjutnya operasi pembelaan Yaman untuk Gaza. “Agresi-agresi AS tidak akan membuat kami berhenti mendukung Gaza. Saat ini, dunia sudah kian sadar bahwa AS tidak memedulikan kepentingan negara lain sama sekali, bahkan justru merugikan kepentingan pihak lain,” tegasnya.
Sebelum ini, anggota Kantor Politik Ansharullah, Ali al-Qahoum dalam wawancara dengan Sputnik mengatakan, Presiden AS tidak mengerti sejarah Yaman dan berbuat bodoh karena menyerang Yaman.
“Agresi AS ke Yaman gagal. Agresi ini tidak akan mewujudkan tujuan-tujuan setani Trump. Melanjutkannya juga percuma dan sia-sia belaka,” kata al-Qahoum.
“Agresi brutal ini hanya mendatangkan kesialan dan kerugian bagi AS dan rakyatnya, juga akan menyebabkan meluasnya konflik di Kawasan. Trump akan membayar mahal lantaran ceroboh, bodoh, dan tidak memahami posisi serta kekuatan Yaman. Trump tidak memahami kekuatan prevensi pertahanan Yaman dalam membela kedaulatan, kemerdekaan, rakyat, dan aset-asetnya.”
“Trump dan Pemerintahannya tidak tahu sama sekali soal sejarah Yaman dan kondisinya saat ini. Sepanjang sejarah hingga sekarang, Yaman telah melawan banyak kerajaan dan negara. Yaman merusak proyek imperiliasme mereka. Yaman memiliki opsi-opsi menyakitkan, mengguncangkan, kuat, dan mengejutkan. AS tidak bisa membayangkannya. Dengan izin Allah, Yaman akan menang. Ini adalah sebuah hakikat yang terbantahkan,” tandas al-Qahoum.
