Diplomat Iran: Kiriman 1.800 Bom Berat dari AS Tak Bakal Mampu Pertahankan Eksistensi Israel
POROS PERLAWANAN – Kementerian Perang Israel mengabarkan, Tel Aviv telah menerima 1.800 bom MK84 dari AS. Masing-masing bom itu seberat 1 ton.
Dilansir Fars, kabar ini direspons oleh mantan Jubir Kemenlu Iran, Naser Kanani. Ia mengatakan,”Pertama, berlanjutnya dukungan AS kepada rezim yang dituduh melakukan genosida, adalah sebuah kejahatan dan mendatangkan tanggung jawab internasional. Kedua, uang rakyat AS digunakan sebagai biaya untuk mempertahankan eksistensi Rezim Teroris. Ketiga, (bantuan) ini tidak akan membantu Israel tetap eksis. Israel akan segera kehilangan elemen-elemen penyintasan.”
Berdasarkan laporan Radio Militer Israel, muatan bom-bom berat tipe MK84 sebanyak 1.800 buah telah tiba di Israel. Penyerahan muatan bom itu ditunda kurang lebih satu tahun oleh Pemerintahan Joe Biden. Bom-bom tersebut didesain untuk pesawat-pesawat Angkatan Udara Israel, yang masing-masing memiliki berat 1 ton.
Diplomat senior Iran ini menyoroti klaim Donald Trump bahwa “dirinya akan bertindak untuk mengakhiri perang di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah.” Kanani mengungkit bahwa 1.800 bom berat itu dikirim ke Israel atas izin dari Trump.
“Berlanjutnya upaya AS dalam mempersenjatai Rezim Pendudukan dan pembunuh anak-anak, membuktikan kebohongan slogan ‘mengakhiri perang,’” kata Kanani.
Bom MK84 bisa secara total menghancurkan bangunan, fasilitas beton kuat, jembatan, dan tempat perlindungan bawah tanah dengan hulu ledak eksplosif yang dimilikinya. Bom ini sanggup menembus permukaan beton dan baja serta meledak di kedalaman. Saat meledak, bom ini akan menciptakan lubang dalam di tanah dan mampu menghancurkan sekelilingnya dalam radius beberapa ratus meter.
