Penasihat Putin Sebut Kemitraan Iran-Rusia, Contoh Kerja Sama Strategis yang Bertanggung Jawab
POROS PERLAWANAN — Rusia menyatakan bahwa hubungan strategis dengan Iran berkembang di atas prinsip saling menghormati dan kerja sama pragmatis di tengah penguatan aliansi kedua negara dalam bidang ekonomi, energi, hingga teknologi ruang angkasa.
Pernyataan itu disampaikan oleh penasihat keuangan Presiden Rusia Vladimir Putin, Anton Kobyakov, usai bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, di Moskow pada Selasa (12/5).
Menurut laporan Press TV, Kobyakov mengatakan bahwa rakyat Iran telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tekanan dan konflik. Menurut dia, Iran berhasil bertahan melalui kesabaran dan daya tahan nasional.
“Bangsa Iran menunjukkan bahwa mereka tidak akan pernah menyerah kepada musuh dan dengan kesabaran serta ketahanan mampu meraih kemenangan,” kata Kobyakov.
Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat di tengah situasi global yang sulit. Kobyakov juga menyebut Iran sebagai negara penting dan berpengaruh di kawasan Eurasia.
Menurut dia, penguatan hubungan ekonomi antara Moskow dan Teheran akan memberikan keuntungan bagi kedua negara serta mitra regional lainnya. Rusia juga mengundang Iran untuk memamerkan potensi ekonominya dalam berbagai forum perdagangan besar di Rusia.
Kobyakov mengungkapkan bahwa Iran berminat menjalin produksi bersama untuk bensin, solar, produk metalurgi, dan petrokimia sebagai bagian dari ekspansi kerja sama industri kedua negara.
Sementara itu, Duta Besar Iran, Kazem Jalali, memuji dukungan politik Rusia terhadap Teheran. Ia menilai bahwa Amerika Serikat dan Israel keliru memperkirakan bahwa pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dan sejumlah komandan militer senior akan memicu kekacauan di Iran.
Menurut Jalali, skenario tersebut gagal karena ketahanan masyarakat Iran tetap terjaga di tengah konflik.
Pertemuan kedua pihak juga membahas penguatan perdagangan bilateral, pembangunan rantai pasok berkelanjutan, serta persiapan forum dagang Rusia-Iran dalam St. Petersburg International Economic Forum 2026.
Selain sektor ekonomi, Moskow dan Teheran menjajaki kerja sama teknologi antariksa, termasuk pembangunan dan peluncuran satelit bersama.
Iran dan Rusia sebelumnya menandatangani perjanjian strategis komprehensif pada Januari 2024, saat Presiden Iran Masoud Pezeshkian berkunjung ke Moskow. Kesepakatan itu resmi berlaku pada Oktober 2025 setelah diratifikasi oleh parlemen kedua negara.
