Era Baru Teknologi Antariksa: Iran Siapkan Peluncuran Satelit Nahid-2 dan Pars-2 Sambil Terus Kembangkan Sejumlah Satelit Penelitian
POROS PERLAWANAN — Dilansir Press TV, Iran terus memperkuat posisinya dalam pengembangan teknologi luar angkasa dengan mengumumkan rencana peluncuran dua satelit canggih, Nahid-2 dan Pars-2, serta melanjutkan pengembangan sejumlah satelit penelitian. Berdasarkan laporan jaringan berita Iran pada Jumat 23 Mei, Kepala Pusat Penelitian Luar Angkasa Iran, Vahid Yazdanian menegaskan bahwa sebagian besar komponen teknologi satelit kini telah diproduksi di dalam negeri.
Nahid-2 merupakan satelit komunikasi berteknologi tinggi seberat 120 kilogram yang dirancang untuk memberikan layanan komunikasi aman, penyimpanan data, serta mendukung penelitian. Satelit ini dijadwalkan akan diluncurkan menggunakan roket peluncur Simorgh ke orbit setinggi 500 kilometer dengan kemiringan 56 derajat. Teknologi unggulan Nahid-2 termasuk sistem propulsi kimia dan gas panas untuk pengendalian sikap, serta sistem penentuan posisi radio yang tidak bergantung pada GPS melainkan menggunakan data Two-Line Element (TLE) untuk pengukuran orbit. Ini akan menjadi kali pertama teknologi tersebut digunakan dalam armada satelit Iran.
Selain itu, satelit penginderaan jauh Pars-2 juga tengah dipersiapkan untuk diluncurkan. Sebagai penerus Pars-1, satelit ini dilengkapi dengan sistem pencitraan resolusi tinggi yang mampu mengambil gambar berwarna dengan akurasi kurang dari 4 meter, dan gambar hitam-putih dengan akurasi di bawah 8 meter. Yazdanian menambahkan bahwa satelit Pars-3 sedang dikembangkan dan ditargetkan memiliki kemampuan pencitraan hitam-putih yang lebih tajam, dengan akurasi lebih baik dari 2 meter.
Dalam upaya memperkuat riset luar angkasa, Yazdanian menyebutkan bahwa empat satelit penelitian dengan nama Pazhouhesh 1 hingga 4 kini sedang dalam tahap produksi. Pembuatan satelit ini melibatkan kolaborasi antara sektor swasta dan institusi akademik dalam negeri. Lebih dari 97% subsistem satelit-satelit tersebut telah berhasil dibuat di dalam negeri. Satelit Pazhouhesh-5 juga tengah disiapkan dan akan segera memasuki tahap pengembangan.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan tekad Republik Islam Iran untuk membangun kemandirian di bidang teknologi luar angkasa, sekaligus memperluas kehadirannya dalam kompetisi global di sektor antariksa. Hal ini menegaskan bahwa investasi dan kolaborasi lintas sektor akan terus menjadi kunci kesuksesan pengembangan satelit-satelit generasi berikutnya.
