Maskapai Prancis dan Inggris Hentikan Penerbangan ke Tel Aviv Usai Serangan Rudal Yaman
POROS PERLAWANAN — Sejumlah maskapai internasional kembali menangguhkan penerbangan ke Wilayah Pendudukan setelah meningkatnya eskalasi militer yang mengguncang entitas Zionis.
Maskapai Nasional Prancis, Air France memperpanjang penangguhan seluruh penerbangannya ke Wilayah Pendudukan hingga 27 Mei. Sedangkan maskapai asal Inggris, British Airways, juga mengumumkan bahwa penangguhan ini akan berlanjut setidaknya hingga 1 Agustus.
Dilansir Kantor Berita Farnews pada Sabtu 24 Mei, kebijakan ini diambil pascaserangan rudal presisi yang dilancarkan oleh Gerakan Ansharullah Yaman terhadap Bandara Ben Gurion, bandara utama entitas Zionis pada awal bulan ini. Serangan tersebut menunjukkan meningkatnya koordinasi dan kekuatan Front Perlawanan regional dalam menghadapi agresi Zionis.
Meski demikian, sejumlah maskapai memilih kembali beroperasi secara terbatas ke Tel Aviv. Aegean Airlines dari Yunani menjadi salah satu maskapai Eropa pertama yang kembali membuka rute ke Wilayah Pendudukan pada Rabu lalu, pascajeda singkat akibat serangan Perlawanan Yaman.
Di sisi lain, Delta Air Lines dari Amerika Serikat kembali mengoperasikan penerbangan harian langsung dari New York ke Tel Aviv mulai Senin. Maskapai tersebut mengeklaim telah melakukan evaluasi risiko menyeluruh, namun tetap menyatakan akan memantau kondisi secara ketat.
Sementara itu, Grup Lufthansa yang mencakup Swiss, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan Eurowings, memperpanjang penghentian layanan penerbangan ke wilayah pendudukan hingga 8 Juni.
Maskapai lain yang juga masih menangguhkan penerbangan ke wilayah yang diduduki rezim Zionis antara lain:
– United Airlines (hingga 13 Juni)
– Ryanair (hingga 11 Juni)
– LOT Polish Airlines (hingga 27 Mei)
– ITA Airways dan Air India (hingga 26 Mei)
– Iberia (hingga 1 Juni)
– Iberia Express (hingga 2 Juni)
– Transavia dan Air Baltic (hingga 3 Juni)
Air Canada, yang sebelumnya berencana untuk kembali mengoperasikan penerbangan ke Wilayah Pendudukan pada Juni, juga mengumumkan bahwa langkah tersebut akan ditunda hingga situasi memungkinkan.
