Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Militer Iran: Tidak Akan Ada Setetes Minyak pun Mengalir ke Musuh dan Sekutunya

POROS PERLAWANAN — Seorang pejabat Militer senior Iran dengan syarat anonim memperingatkan penghentian aliran minyak menuju pihak musuh serta jaringan sekutunya di tengah eskalasi konflik Kawasan. Pernyataan tersebut muncul saat ketegangan militer meningkat dan serangan terhadap fasilitas vital Iran terus berlangsung.

Pernyataan khusus kepada Al Mayadeen pada Selasa 10 Maret itu mengungkap rumusan deterensi baru dari Teheran. Sumber Militer menilai langkah tersebut dapat mengubah peta konfrontasi regional.

“Tidak ada satu liter minyak pun diekspor menuju pihak musuh dan sekutunya sampai pemberitahuan berikutnya,” kata pejabat Militer tersebut.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur Iran. Lingkaran Militer Iran memandang kelanjutan serangan terhadap fasilitas vital akan memicu konsekuensi keamanan yang lebih luas di Kawasan.

Prinsip Keamanan Kolektif

Pejabat Militer Iran menegaskan prinsip strategis dalam situasi konflik Kawasan.

“Keamanan untuk semua atau tidak ada keamanan bagi siapa pun,” kata sumber tersebut.

Serangan terhadap fasilitas vital Iran dinilai berpotensi memicu instabilitas regional secara luas jika konflik terus meningkat.

Selat Hormuz dalam Perhitungan Militer

Sumber Militer Iran juga menyinggung kemungkinan penerapan aturan keamanan yang lebih ketat di Selat Hormuz selama situasi perang. Jalur energi strategis tersebut berpotensi berada di bawah pengawasan militer yang lebih intens.

Pergerakan Militer Amerika Serikat serta sekutu dinilai menunjukkan pola operasi tidak konvensional setelah kegagalan sejumlah rencana ofensif sebelumnya.

Pejabat Militer Iran juga memperingatkan kemungkinan respons dengan skenario intensitas tinggi serta biaya besar jika tekanan militer terus berlanjut.

“Jika tindakan tersebut berlanjut, Iran siap memperluas ruang lingkup konfrontasi secara signifikan,” kata sumber tersebut.

Hormuz di Tengah Ketegangan Global

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani menilai stabilitas di Selat Hormuz sulit tercapai selama konflik yang dipicu Amerika Serikat dan Israel terus berlangsung.

Pejabat Iran menegaskan jalur tersebut tidak ditutup oleh Teheran. Gangguan pelayaran muncul akibat situasi perang yang membuat kapal komersial menahan pelayaran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar 20 persen perdagangan minyak global serta gas alam cair melintasi selat tersebut setiap hari.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *