Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Eropa Abaikan Potensi Ancaman Terorisme Demi Normalisasi Hubungan dengan HTS

Eropa Abaikan Terorisme Demi Normalisasi Hubungan dengan HTS

POROS PERLAWANAN – Setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad, perkembangan di Suriah memasuki fase baru dan krusial. Dengan mengambil sikap yang patut dipertanyakan, kekuatan-kekuatan Barat dan regional dengan cepat berusaha meredenifisi hubungan diplomatik mereka dengan penguasa baru Damaskus, yaitu Haiat Tahrir al-Sham (HTS). Perubahan sikap Uni Eropa dan negara-negara seerpti AS, Britania, dan Qatar ini menunjukkan bahwa mereka praktis telah mengabaikan kebijakan lalu mereka dalam “menghadapi terorisme.”

Dilansir Nour News, meski HTS melakukan propaganda media untuk mencitrakan diri sebagai kelompok moderat yang menghormati hak berbagai kelompok sosial, namun ketergesa-gesaan negara-negara Barat dan Arab dalam menormalisasi hubungan dengan HTS, yang notabene masih tercantum di daftar organisasi teroris, telah memunculkan banyak pertanyaan dan kesangsian.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa yang baru, Kaja Kallas dalam statemen terbarunya mengumumkan pengutusan wakil Uni Eropa ke Damaskus. Menurutnya, langkah ini diambil demi mewujudkan 2 tujuan:

Pertama, menjalin komunikasi dengan Pemerintah baru Suriah, yang telah diterima sebagai realita di kancah kekuasaan Suriah, kendati memiliki kaitan dengan al-Qaeda di masa lalu.

Kedua, berusaha mempertahankan pengaruh Eropa dalam bersaing dengan para pemain lain internasional dan regional lainnya, seperti AS, Rusia, dan negara-negara Arab di Teluk Persia.

HTS yang dipimpin Ahmad Husain al-Shar’ (Abu Muhammad al-Jolani) masih tercantum dalam daftar kelompok teroris PBB. Hal ini merupakan tantangan serius bagi Uni Eropa dan pihak-pihak lain yang ingin menormalisasi hubungan dengan Pemerintah baru Suriah.

Tujuan kedua Kallas mungkin pada awalnya dianggap sebagai alasan tepat untuk berdialog dengan HTS. Namun bisa dipastikan bahwa di masa yang akan datang, terutama setelah dimulainya tindakan praktis untuk menciptakan struktur politik baru di Suriah, akan terjadi konflik kepentingan antara berbagai pemain di Suriah.

HTS, dengan semua kisah masa lalunya, kini tengah mendapatkan legalitas internasional dan menyambut jalinan hubungan dengan berbagai negara. Namun dalam proses terbentuknya tatanan baru di Suriah, kepentingan para pendukung utama HTS akan diprioritaskan, dan ini mungkin tidak sejalan dengan kepentingan para pemain lain.

Kendati telah terjadi perubahan internal di Suriah, Israel masih melanjutkan agresinya ke infrastruktur militer negara tersebut. Tindakan ini menunjukkan, Israel tidak mau mengambil risiko terkait perubahan sikap HTS di masa mendatang dan kemungkinan munculnya ancaman baru untuk Rezim Zionis. Kontak telepon terbaru Netanyahu dengan Trump menunjukkan, Washington dan Tel Aviv berkoordinasi untuk mengawasi perkembangan Suriah dan terwujudnya tujuan-tujuan strategis Israel di Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *