Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Eropa Kecam Keputusan Trump Soal Tarif 20%

POROS PERLAWANAN – Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengecam keputusan Presiden AS, Donald Trump untuk mengenakan tarif sebesar 20% pada impor dari Uni Eropa. Ia memperingatkan bahwa blok tersebut “siap untuk menanggapi” kebijakan proteksionis ini.

Menurut laporan Politico pada Kamis 3 April, Ursula von der Leyen menegaskan bahwa kebijakan Trump akan berdampak besar bagi konsumen dan perusahaan yang selama ini mendapat manfaat dari perdagangan dengan Amerika Serikat sejak Perang Dunia II.

Trump pada Rabu memasukkan Uni Eropa, bersama dengan China, India, Jepang, dan Korea, dalam daftar 60 negara yang dikenakan tarif “timbal balik” yang lebih tinggi. Sementara itu, negara-negara lain hanya menghadapi tarif sebesar 10%. Kebijakan ini disebut sebagai langkah proteksionis paling ekstrem yang diambil AS sejak Depresi Besar tahun 1930-an.

Reaksi Eropa: Siap untuk Bertindak

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Ursula von der Leyen menekankan bahwa Uni Eropa, sebagai pasar tunggal terbesar di dunia, harus mempertahankan diri dari gangguan besar dalam perdagangan global akibat kebijakan isolasionis AS.

“Dalam kekacauan ini, tidak ada ketertiban dan tidak ada jalan yang jelas,” ujarnya, menyoroti dampak luas kebijakan tersebut terhadap seluruh mitra dagang Amerika.

Ia mengumumkan bahwa Uni Eropa sedang menyiapkan langkah-langkah balasan terhadap gelombang tarif baru Trump, yang akan melebihi paket kompensasi senilai €26 miliar yang sebelumnya diterapkan sebagai respons terhadap tarif AS pada baja dan aluminium.

“Kami sedang menyelesaikan paket tindakan balasan pertama sebagai tanggapan terhadap tarif baja, dan kini tengah mempersiapkan langkah berikutnya untuk melindungi kepentingan serta bisnis kami jika negosiasi dengan AS gagal,” kata Ursula von der Leyen dalam pertemuan puncak di Samarkand, Uzbekistan.

Ia juga menegaskan Uni Eropa tidak akan menanggung dampak kelebihan produksi global dan tidak akan membiarkan barang murah membanjiri pasarnya, terutama dari China dan negara-negara lain yang dikecualikan dari kebijakan tarif AS.

Dampak Ekonomi dan Inflasi

Pejabat Eropa itu memperingatkan bahwa kebijakan Trump berisiko menghancurkan tatanan perdagangan global dan akan berdampak buruk bagi konsumen serta dunia usaha.

“Jutaan warga akan menghadapi kenaikan harga makanan, obat-obatan, dan transportasi, sementara inflasi akan meningkat,” tambahnya.

Ia juga mencatat bahwa biaya bisnis dengan AS akan melonjak secara signifikan.

Menyusul pengumuman tarif ini, ING Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi zona Euro untuk tahun depan dari 1,4% menjadi 1%, serta menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun ini.

Langkah Selanjutnya

Meski Ursula von der Leyen telah menyatakan kesiapan Uni Eropa untuk bertindak, ia belum secara resmi memberlakukan tindakan balasan. Keputusan akhir akan ditentukan dalam pertemuan pada Jumat antara 27 Duta Besar Uni Eropa dan Negosiator Perdagangannya, Maroš Šefčovič.

Sementara itu, Trump pada Rabu menempatkan Uni Eropa dalam kategori mitra dagang terburuk AS dan menuduh blok tersebut “mengeksploitasi” Amerika Serikat.

“Mereka mengambil keuntungan dari kita selama bertahun-tahun, dan sekarang saatnya kita bertindak. Ini sangat menyedihkan,” ujar Trump, membela kebijakan tarifnya yang kontroversial.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *