Pemimpin Ansharullah: Kapal Induk USS Truman Mundur ke Titik Terjauh dari Laut Merah
POROS PERLAWANAN — Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman, Abdul Malik Al-Houthi menyatakan bahwa Amerika Serikat telah gagal mencapai tujuannya di Yaman. Ia juga mengeklaim bahwa kapal induk USS Harry S. Truman telah mundur ke wilayah paling utara Laut Merah, sementara pertahanan Yaman berhasil menembak jatuh 17 drone tempur MQ-9 milik AS.
Dalam pidatonya pada Jumat malam 4 April yang dikutip oleh Al-Masirah, Al-Houthi mengecam keras agresi Israel terhadap Gaza serta keterlibatan Amerika Serikat dalam mendukung serangan tersebut.
“Israel telah membuat rakyat Gaza kelaparan selama berbulan-bulan dan mencegah masuknya bantuan makanan serta obat-obatan. Bom-bom Amerika dijatuhkan ke tenda-tenda pengungsi dan rumah-rumah yang telah hancur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekejaman Israel tidak hanya melanggar hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga dilakukan dengan restu penuh dari Amerika Serikat.
Kecaman terhadap Kejahatan di Palestina
Al-Houthi menyebut bahwa tindakan Israel di Palestina, termasuk di Tepi Barat dan kamp pengungsi Jenin, merupakan bentuk pemindahan paksa yang disamarkan sebagai “migrasi sukarela”.
“Apakah pemboman terhadap tenda pengungsi bukan bagian dari pemindahan paksa? Amerika adalah inisiator, pendukung, dan mitra dalam proyek ini,” katanya.
Ia juga mengecam sikap diam negara-negara Arab dan menyerukan respons nyata dari umat Islam. Al-Houthi mendorong boikot terhadap produk-produk Israel dan Amerika serta pemberlakuan sanksi politik, ekonomi, dan diplomatik terhadap kedua negara tersebut.
Kritik terhadap PBB dan Protes Soal Tekanan terhadap Aktivis
Lebih lanjut, Al-Houthi mempertanyakan peran lembaga-lembaga internasional yang dianggap pasif terhadap pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel. Ia juga mengkritik tekanan terhadap aktivis pro-Palestina di Amerika dan Eropa, termasuk upaya pengusiran sebagian dari mereka.
“PBB seharusnya mengusir Israel dari keanggotaannya karena telah melakukan kejahatan besar. Dewan Keamanan hanya menjadi alat negara-negara arogan,” tegasnya.
Dukungan Militer Yaman dan Serangan AS
Al-Houthi menegaskan bahwa dukungan Militer Yaman terhadap perjuangan rakyat Palestina akan terus berlanjut, meski dihadapkan pada intensitas serangan udara Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, AS telah melancarkan hingga 90 serangan ke wilayah Yaman.
“Serangan-serangan itu tidak menghentikan operasi kami. Armada pengiriman Israel di Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab tetap menjadi target,” katanya.
Ia menyatakan bahwa rakyat Yaman telah memasuki tahun kesepuluh dalam perjuangan bersenjata melawan Amerika Serikat dan sekutunya.
Penegasan Posisi terhadap Israel dan Amerika
Menurut Al-Houthi, konfrontasi langsung dengan Amerika dan Israel merupakan bagian dari jihad yang diyakini oleh rakyat Yaman. Ia mengeklaim kapal induk USS Truman telah mundur dari zona konflik karena khawatir terhadap serangan lanjutan dari pihaknya.
“USS Truman telah mundur ke titik terjauh di Laut Merah. Operasi pengejaran terhadapnya masih berlangsung. Amerika kini menggunakan pesawat tempur siluman dan pengebom dari pangkalan luar, bukan lagi dari kapal induk,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa Israel telah menghentikan seluruh aktivitas pelayaran di Laut Merah, Bab al-Mandab, Teluk Aden, dan Laut Arab akibat tekanan militer dari Yaman.
Seruan kepada Dunia Islam dan Negara Tetangga
Menutup pernyataannya, Al-Houthi menyerukan kepada negara-negara Arab dan Afrika agar tidak menjadi kaki tangan Amerika dalam mendukung agresi Israel terhadap Palestina.
“Kami tidak berharap banyak dari rezim-rezim Arab yang telah berlepas tangan dari perjuangan Palestina. Namun kami memperingatkan mereka agar tidak turut terlibat dalam kejahatan ini,” tandasnya.
