Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

G-7 Tuding Yaman Bahayakan Jalur Pelayaran, Ansharullah: Kami Hanya Incar Kapal-kapal Israel

Yaman Dituding Bahayakan Jalur Pelayaran, Ansharullah: Kami Hanya Incar Kapal-kapal Israel

POROS PERLAWANAN– Jubir Ansharullah Muhammad Abdussalam menegaskan, Yaman sangat memedulikan keamanan maritim dan keselamatan jalur pelayaran. Operasi-operasi yang dilakukan Ansharullah akhir-akhir ini hanya terbatas pada kapal-kapal Israel.

Diberitakan Fars, G-7 dalam statemennya menuding Ansharullah sebagai ancaman untuk jalur pelayaran internasional. G-7 meminta dari Ansharullah untuk menghentikan “serangan ke pihak sipil dan ancaman kepada jalur pelayaran internasional.”

Abdussalam menyatakan, Angkatan Laut Yaman berkomitmen untuk melindungi perairan Yaman dalam koridor kewenangan kedaulatannya.

Menurut Abdussalam, sebelum ini Angkatan Laut Yaman telah memperingatkan bahwa kapal-kapal Israel dan kapal-kapal yang bekerja sama dengan Tel Aviv akan menjadi target Yaman, sebagai bentuk balasan atas agresi brutal Rezim Zionis ke Gaza.

“Perilaku kriminal Rezim Zionis mengancam perdamaian dan keamanan regional-internasional. Melawan Israel dan agresinya adalah hal penting untuk keamanan dan keselamatan Kawasan serta dunia,” kata Abdussalam.

“Para awak kapal Israel yang disita diperlakukan sesuai akhlak Islam dan etika kemanusiaan. Mereka diizinkan menghubungi keluarga mereka. Penyitaan kapal ini dilakukan dalam rangka solidaritas untuk bangsa dan Perlawanan Palestina di Gaza. Nasib kapal ini juga ditentukan oleh opsi-opsi Perlawanan dan apa yang menguntungkannya dalam memerangi musuh.”

Al-Alam melaporkan, diincarnya kapal-kapal Israel oleh Yaman membuat mereka mematikan perangkat GPS saat melintasi Laut Merah di dekat Teluk Aden dan Bab al-Mandeb. Kapal-kapal tanker jua terpaksa mengubah jalur dan memutari benua Afrika untuk sampai ke Laut Mediterania. Hal ini otomatis menambah waktu dan biaya transportasi bagi Rezim Zionis.

Berdasarkan laporan perusahaan transportasi Freightos, biaya transportasi dari China ke pelabuhan Esdod Israel di Laut Mediterania telah bertambah antara 9 hingga 14 persen hanya dalam 2 pekan terakhir bulan Oktober lalu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *