Gagal Gulingkan Pemerintahan Iran, Barnea Dipecat dari Jabatan Direktur Mossad
POROS PERLAWANAN – Menyusul kegagalan operasi Mossad terhadap Iran, khususnya rencana yang dirancang bekerja sama dengan AS untuk menggulingkan Pemerintahan Negeri Mullah pada awal-awal perang, Perdana Menteri Rezim Zionis, Benyamin Netanyahu telah memecat Direktur Mossad, David Barnea dan menunjuk Roman Goffman sebagai penggantinya.
Diberitakan al-Alam, pergantian Pimpinan Mossad ini terjadi setelah serangkaian kegagalan intelijen dan operasional organisasi tersebut terhadap Iran, terutama dalam bidang rencana penggantian Pemerintahan Teheran.
Menurut laporan, sebelum dimulainya perang baru-baru ini, David Barnea telah mempresentasikan sebuah rencana kepada Netanyahu bekerja sama dengan Presiden AS Donald Trump. Rencana tersebut menyatakan bahwa Mossad dapat, pada hari-hari awal perang, memicu kubu oposisi untuk bangkit dengan menciptakan kekacauan dan kerusuhan di jalan-jalan Iran. Meskipun ada keraguan serius di kalangan Badan Intelijen AS dan Rezim Israel, Trump dan Netanyahu menyetujui rencana tersebut.
Rencana ini didasarkan pada asumsi yang keliru dan tidak realistis bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran pada hari pertama perang, bersama dengan operasi intelijen selanjutnya, akan memicu pemberontakan rakyat yang meluas. Namun, bukan hanya prediksi ini gagal terwujud berminggu-minggu setelah konflik dimulai, tetapi rakyat Iran di seluruh negeri justru menyatakan dukungan mereka yang teguh terhadap Pemerintahan Islam setiap malam melalui kehadiran massal mereka di alun-alun dan jalan-jalan.
Penunjukan Roman Goffman sebagai Direktur baru menandakan upaya Rezim Israel untuk mengevaluasi kembali pendekatan dan strateginya terhadap Iran.
