Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

‘Gerbang Neraka’ Terbuka: Strategi Baru Hamas Hantam Pasukan Israel di Gaza Selatan

‘Gerbang Neraka’ Terbuka: Strategi Baru Hamas Hantam Pasukan Israel di Gaza Selatan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Hamas dilaporkan telah melakukan pergeseran strategi dalam menghadapi agresi militer Israel di Jalur Gaza. Menurut para analis, Hamas kini bergerak dari posisi bertahan menuju mode serangan taktis yang lebih terorganisasi dan berani, terutama di wilayah Rafah, Gaza Selatan.

Analis militer Palestina, Rami Abu Zubaydah menyebutkan bahwa peningkatan aktivitas Perlawanan menunjukkan adanya perubahan besar dalam pola operasi.

“Pergeseran ini tampak jelas melalui taktik baru seperti peledakan ranjau terhadap kendaraan lapis baja, penyergapan pasukan elite Israel seperti Brigade Golani di dalam bangunan, serta penggunaan jebakan dari terowongan bawah tanah,” ujarnya pada Jumat 10 Mei.

Abu Zubaydah menekankan bahwa serangan terbaru terjadi jauh di dalam wilayah Rafah, bukan hanya di area pinggiran, yang membantah klaim Israel soal penguasaan penuh atas wilayah tersebut. Rafah kini menjadi titik krusial dalam eskalasi konflik, mengingat lokasinya yang strategis di perbatasan Gaza dan Mesir.

Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam mengumumkan dimulainya operasi “Gerbang Neraka”, dengan sejumlah penyergapan terhadap pasukan Israel di jalan-jalan sempit Rafah. Dalam salah satu aksi, 12 tentara Israel disergap di lingkungan Tanur menggunakan roket anti-personnel dan anti-tank, menewaskan dua serdadu dan melukai empat lainnya.

Militer Israel telah mengonfirmasi peristiwa tersebut, dan menyebutnya sebagai salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, serangan udara Israel terus berlanjut. Dua serangan terbaru menghantam pasar padat penduduk di Kota Gaza, menewaskan sedikitnya 30 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Tim pertahanan sipil juga menemukan jenazah bayi berusia tiga bulan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.

Menurut laporan terakhir Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 telah mendekati 52.800 jiwa.

Tags: