Haaretz: Militer Israel Bakal Hadapi Krisis Besar Jika Perluas Serangan ke Gaza
POROS PERLAWANAN – Dikutip al-Alam dari Kantor Berita Shafa, harian Haaretz memberitakan bahwa laporan-laporan terkait perekrutan pasukan cadangan untuk Militer Israel “menjadi sangat mengkhawatirkan.” Sebab, Militer mencemaskan minimnya pasukan cadangan jika memulai kembali operasi darat di Gaza.
Militer Israel juga khawatir bahwa jika sejumlah besar pasukan menolak untuk ditugaskan, bakal sulit untuk menjatuhkan hukuman dan sanksi atas mereka.
Perlu disebutkan dalam rentang waktu satu setengah tahun lalu, pasukan cadangan ini terlibat dalam genosida atas warga Gaza. Penangkapan atau hukuman mereka dalam situasi saat ini bukan hal yang mudah.
Berbagai forum militer Israel meyakini, fenomena keengganan untuk bertugas di tengah pasukan cadangan jauh lebih besar dan dalam daripada yang dipikirkan publik. Ada banyak kemungkinan bahwa ribuan orang serdadu cadangan akan menolak ditugaskan jika mendapat panggilan dari Militer.
Belum lama ini, sebuah kelompok pasukan cadangan dari salah satu Unit Khusus mengumumkan, jika mereka dipanggil dalam pekan-pekan mendatang untuk terjun ke medan perang di Gaza, mereka akan menolak penugasan tersebut.
Krisis ini muncul menyusul kebijakan terbaru Rezim Zionis untuk memulai perang di Gaza sebelum memulangkan para tawanan, pemecatan Kepala Shin Bet, dan berlanjutnya keputusan kontroversial terkait reformasi yudikatif. Hal ini memberikan tekanan kepada sejumlah besar pasukan cadangan yang menentang kebijakan-kebijakan Kabinet Benyamin Netanyahu.
