Iravani Bantah Laporan Tim Pengawas Sanksi PBB Soal Kehadiran Anasir al-Qaeda di Iran
POROS PERLAWANAN – Wakil Tetap Iran di PBB, Amirsaeed Iravani pada Rabu 26 Maret mengirim surat kepada Sekjen PBB, Antonio Guterres dan Ketua Bergilir Dewan Keamanan. Dalam suratnya, Iravani membantah tegas laporan terbaru Tim Pengawas Sanksi PBB, yang mengeklaim keberadaan anggota al-Qaeda di Iran.
Diberitakan Fars, Iravani dalam suratnya menyebut klaim-klaim tersebut tidak berdasar, tendensius, dan tidak memiliki bukti terdokumentasi apa pun. Menurut Wakil Iran, tudingan-tudingan semacam ini hanya dilontarkan berdasarkan klaim sebuah negara tertentu tanpa didukung bukti.
Sembari mengungkap perjuangan Iran melawan kelompok-kelompok teroris seperti ISIS dan al-Qaeda, Iravani menyatakan, Republik Islam Iran bukan hanya tidak pernah menjadi tempat perlindungan para teroris, bahkan ia sendiri adalah korban terorisme terorganisasi yang didukung sejumlah negara.
Iravani dalam suratnya menegaskan, upaya untuk mengaitkan Iran dengan aktivitas al-Qaeda di Suriah, Lebanon, Afghanistan, dan Yaman juga tidak memiliki dasar dan bukti apa pun.
Ia lalu menyinggung operasi-operasi terbaru Ansharullah terhadap al-Qaeda di Yaman dan ancaman kelompok teroris tersebut terhadap Ansharullah. Berlawanan dengan klaim laporan tersebut, kata Iravani, terdapat kontradiksi operasional yang sangat gamblang antara Ansharullah dan al-Qaeda.
Iravani menyoroti meningkatnya aksi teror di Kawasan serta peran sejumlah negara dalam mentransfer terorisme dan menggunakannya sebagai sarana. Ia pun mendesak revisi terhadap sikap nonprofesional dan politis Tim Pengawas PBB. Iravani meminta dari Komite Sanksi Dewan Keamanan untuk menghindari keberpihakan politis serta memusatkan perhatian kepada ancaman nyata terhadap keamanan regional dan global.
Dalam suratnya, Iravani menegaskan komitmen Iran kepada kerja sama regional dan internasional serta pembasmian terorisme, termasuk melalui Organisasi Kerja Sama Shanghai. Ia menyerukan pertukaran informasi keamanan untuk memperkuatperlawanan global terhadap ancaman terorisme.
