Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Bantah Isu Penentuan Deadline Pelucutan Senjata Perlawanan Palestina di Gaza

POROS PERLAWANAN – Hamas membantah telah menerima pernyataan apa pun dari mediator mengenai batas waktu bagi Perlawanan untuk melucuti senjatanya.

Fars memberitakan, salah seorang pimpinan Hamas, Mahmoud Mardawi mengumumkan bahwa Gerakan tersebut belum menerima komunikasi apa pun dari mediator mengenai batas waktu bagi Perlawanan di Gaza untuk melucuti senjata.

Mardawi mengatakan kepada al-Jazeera bahwa pelanggaran yang terus dilakukan Israel di Gaza dan Tepi Barat merupakan bagian dari proyek untuk memaksa pengusiran rakyat Palestina.

Pada hari Senin 16 Februari kemarin, Sekretaris Kabinet Israel, Yossi Fuchs mengatakan bahwa Tel Aviv akan memberikan Hamas batas waktu 60 hari untuk melucuti senjata, dengan ancaman bahwa perang akan dilanjutkan jika Gerakan Perlawanan tersebut tidak mematuhi tenggat waktu itu.

“Pemerintahan Trump telah meminta kami untuk memberikan Hamas batas waktu 60 hari untuk melucuti senjata. Kami akan menghormati batas waktu ini,” kata Fuchs dalam konferensi pers di Quds.

Pejabat Zionis tersebut tidak menyebutkan kapan batas waktu akan dimulai, tetapi mengatakan bahwa batas waktu tersebut dapat dimulai setelah pertemuan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Trump di Washington pada Kamis depan.

Sekretaris Kabinet Netanyahu menyatakan bahwa batas waktu tersebut juga akan mencakup tuntutan agar Hamas menyerahkan semua senjatanya, termasuk senjata api pribadi.

Hamas telah berulang kali menyatakan melalui para pemimpinnya bahwa senjata Perlawanan tidak akan diserahkan selama pendudukan terus berlanjut.

Rezim Zionis terus melanggar perjanjian gencatan senjata sejak jam pertama penandatanganan. Selama periode tersebut setidaknya 603 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.618 lainnya luka-luka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *