Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Taktik Baru Hamas, Tantangan Besar bagi Militer Israel

Hamas Hadirkan Tantangan Besar bagi Militer Israel dengan Taktik Baru

POROS PERLAWANAN – Sebuah surat kabar Israel melaporkan bahwa kelompok Hamas telah berhasil mengidentifikasi kelemahan Militer Israel, dan jumlah penangkapan terhadap tentara Israel di Gaza diperkirakan akan meningkat.

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Senin 14 Juli, surat kabar Israel Hayom mengutip sumber keamanan di rezim tersebut bahwa Militer Israel menghadapi tantangan besar dalam menghadapi berbagai metode tempur baru yang diterapkan oleh Hamas.

Disebutkan bahwa Hamas kini menggunakan taktik yang mengandalkan pengorbanan diri dengan keberanian tinggi dan mengedepankan pertempuran jarak dekat, strategi yang dianggap menyulitkan pasukan Israel di medan tempur.

Sumber keamanan tersebut menambahkan bahwa berdasarkan penilaian intelijen, jumlah tentara Israel yang ditangkap oleh Hamas kemungkinan besar akan meningkat. Hamas dinilai aktif mencari dan mengeksploitasi titik lemah pasukan Israel.

Laporan juga menyebut bahwa Perdana Menteri Benyamin Netanyahu telah menyampaikan kepada para menteri Kabinet bahwa ia tetap berkomitmen melanjutkan operasi militer untuk mengalahkan Hamas, bahkan setelah perjanjian gencatan senjata atau kesepakatan lainnya diberlakukan.

Masih dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Militer Israel akan mempresentasikan rencana kepada para menteri terkait pembentukan “Kota Kemanusiaan” atau zona penyangga di Gaza, sebagai bagian dari langkah pascaperjanjian. Militer disebutkan akan meminta keputusan akhir dari kalangan politik, dengan klaim bahwa tujuan-tujuan utama operasi telah tercapai.

Sementara itu, surat kabar berbahasa Ibrani Ma’ariv melaporkan bahwa protes mulai muncul di kalangan pasukan reguler dan cadangan Israel, menyusul jatuhnya banyak korban sejak Maret lalu, bertepatan dengan dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza. Mengutip sumber militer, laporan tersebut mengungkapkan bahwa para tentara merasa sangat tidak puas dengan kebijakan perang yang diambil Kabinet Netanyahu dan mengkhawatirkan bahwa kebijakan tersebut bisa berdampak pada keruntuhan moral serta ketahanan Militer Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *