Tak Tahu Harus ke Mana Pascaperang 12 Hari, Nasib Ribuan Tunawisma Israel Makin Tak Pasti
POROS PERLAWANAN – Pemerintah Kota Tel Aviv masih berjuang menangani krisis perumahan yang melanda warganya setelah perang selama 12 hari dengan Iran. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan hingga kini belum tersedia tempat perlindungan yang layak.
Menurut laporan Tasnim News pada Senin 14 Juli, Pemerintah Kota Tel Aviv belum mampu menyediakan tempat tinggal yang memadai bagi para korban yang rumahnya hancur akibat serangan rudal Iran. Situasi ini memaksa pemerintah kota meluncurkan sebuah situs daring untuk membantu para korban mendaftarkan diri dan mencari tempat berlindung.
Melalui program ini, pemerintah kota berupaya mengidentifikasi dan mendata seluruh apartemen kosong di Tel Aviv. Properti-properti tersebut nantinya akan dialokasikan kepada warga yang rumahnya sudah tidak layak huni.
Proses relokasi dilakukan secara langsung antara penyewa dan pemilik apartemen, yang difasilitasi melalui situs tersebut. Pemerintah kota juga mendorong para pemilik apartemen kosong agar bersedia memasukkan informasi properti mereka ke dalam sistem guna mempercepat proses pencocokan dengan korban terdampak.
Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai mengatakan bahwa selama 12 hari perang, ribuan warga Tel Aviv terpaksa mengungsi dari rumah mereka. “Berbagai tim dari pemerintah kota telah dikerahkan untuk membantu warga. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam evakuasi rumah-rumah yang rusak, tetapi juga memberikan berbagai jenis bantuan bagi para korban,” ujar Huldai.
Sementara itu, surat kabar Ma’ariv dalam edisi hari yang sama melaporkan lonjakan tajam dalam pasar sewa perumahan di Tel Aviv. Mengutip seorang pakar perumahan, media berbahasa Ibrani itu menyebut bahwa situasi pascaperang telah menyebabkan krisis baru dalam sektor perumahan.
“Perang dengan Iran menyebabkan pasokan hunian di pasar anjlok secara drastis. Segera setelah perang berakhir, antara 3.000 hingga 4.000 apartemen sewa ditarik dari pasar dalam waktu singkat. Sebagian besar berada di kawasan yang sangat diminati. Selain itu, harga jual rumah juga meningkat signifikan,” jelas pakar tersebut.
Proses pemulihan dan pembangunan kembali dari kerusakan besar akibat perang diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun. Sementara itu, ribuan keluarga masih menghadapi ketidakpastian akan nasib tempat tinggal mereka di tengah krisis yang belum mereda.
