Hamas Kecam Otoritas Palestina yang Teror Seorang Komandan Perlawanan
POROS PERLAWANAN – Hamas mengecam tindakan aparat keamanan Otoritas Nasional Palestina (PNA) yang memburu dan menargetkan pasukan Perlawanan yang dikejar Israel. Hamas menegaskan, tindakan itu sejalan dengan ambisi dan kejahatan Rezim Zionis.
“Kami mengkonfirmasi gugurnya komandan kami, Yazid Jaayasah akibat ditembak aparat keamanan PNA di Jenin, Tepi Barat, hanya beberapa hari setelah teror terhadap Ribhi al-Shalbi. Kami menyatakan bahwa dengan cara hina ini, yang berlawanan dengan semua norma dan tradisi kita, hanya membunyikan lonceng bahaya. PNA telah mengobarkan perselisihan internal dalam fase krusial dan menentukan dalam sejarah Palestina saat ini,” tegas Hamas dalam statemennya, diberitakan al-Alam.

“Kami meminta dari seluruh faksi Palestina, pasukan nasional, dan lembaga hukum untuk mengambil sikap tegas terhadap perilaku PNA, terutama di Jenin dan seluruh Tepi Barat. Hendaknya mereka menekan PNA agar menghentikan tindakan berbahaya yang mengancam persatuan nasional dan stabilitas kolektif kita ini.”
Dalam statemennya, Hamas meminta dari pimpinan PNA untuk mengendalikan aparat keamanan di bawahnya. PNA diseru untuk segera menghentikan tindakan tercela dan hina ini, membebaskan semua tahana politik, dan memperbaiki sikap moral serta nasionalnya terhadap opsi perlawanan di hadapan Rezim Pendudukan.
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Jaayasah gugur ditembak Badan Keamanan PNA. Dia adalah salah seorang komandan Brigade Jenin.
Pada Sabtu dini hari 14 Desember ini, aparat keamanan PNA menyerbu Jenin dan terlibat baku tembak dengan para pejuang Perlawanan. Sejumlah warga Palestina dikabarkan mengalami luka-luka akibat konfrontasi tersebut.
