Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Netanyahu Provokasi Rakyat Republik Islam: Iran Akan Bebas Suatu Hari Nanti

Pertama Kali dalam Sejarah Israel: PM Netanyahu Hadir di Pengadilan Sebagai Terdakwa

POROS PERLAWANAN – PM Israel sampaikan pesan kepada rakyat Iran: Bahwa Ia tidak ingin perang setelah melancarkan +1800 target di Suriah dan menduduki wilayah baru.

Dalam pesan video ketiganya kepada rakyat Iran dalam 15 bulan terakhir, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengeklaim bahwa ia menginginkan “perdamaian”. Namun, ia menyebut Pemerintah Iran sebagai penghalang utama tercapainya hal itu.

Netanyahu menuduh para pemimpin Iran berambisi untuk “menaklukkan negara-negara lain”, sementara Israel, menurutnya, hanya berupaya untuk “melindungi negara kami”.

Pesan Netanyahu sebelumnya kepada rakyat Iran disampaikan sebelum serangan udara Israel pada 26 Oktober terhadap instalasi militer di dalam wilayah Iran. Serangan itu mengakibatkan syahidnya empat personel Angkatan Darat Iran dan satu warga sipil. Namun, menurut para analis, serangan tersebut gagal mencapai dampak destruktif yang diinginkan karena pertahanan udara Iran yang efektif mencegah jet tempur Israel memasuki wilayah udara Iran dan menggagalkan fase-fase serangan berikutnya.

Dalam pidatonya pada Kamis 12 Desember, Netanyahu tidak menyebutkan serangan bulan Oktober itu. Ia malah mengatakan bahwa Israel telah berhasil menghancurkan kekuatan-kekuatan sekutu Iran di Suriah, Gaza, dan Lebanon. “Semua ini terjadi, seperti yang disebutkan Presiden Trump minggu ini, berkat Israel dan keberhasilan militernya,” katanya.

Namun, sulit untuk menyebut aksi mematikan Israel di Gaza dan Lebanon sebagai sebuah keberhasilan. Tujuan utamanya – yaitu “menghapus” Hamas dan Hizbullah – masih jauh dari kenyataan. Hamas tetap mampu melawan pasukan Israel dari reruntuhan Gaza, sementara serangan Hizbullah terhadap posisi Israel di wilayah Pendudukan terus berlangsung hingga detik-detik sebelum gencatan senjata pada 27 November. Satu-satunya kemungkinan kemenangan Israel, yaitu kejatuhan Assad di Suriah, juga belum bisa dipastikan. Kontribusi Israel dalam hal ini pun diperdebatkan, dan dampak jangka panjangnya bisa menjadi bencana bagi Israel, AS, dan mitranya, Turki.

“Pernyataan terbaru Netanyahu harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Pernyataan-pernyataan ini hanyalah bagian dari puzzle yang lebih besar,” kata pakar Asia Barat, Abbas Aslani.

“Laporan terbaru Wall Street Journal tentang rencana serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran dan hiruk-pikuk media tentang ancaman Troika Eropa pada bulan Mei untuk mengembalikan sanksi internasional terhadap Iran, adalah bagian lain dari puzzle itu.”

Dalam pesan videonya, Netanyahu menuduh Pemerintah Iran telah “mencuri miliaran Dolar” dari rakyatnya untuk mendukung sekutunya di Kawasan. Ia juga menggemakan slogan terkenal yang digunakan para perusuh selama kerusuhan musim gugur 2022 di Iran, dan berkata: “Suatu hari nanti, Iran akan bebas.”

“Strategi Netanyahu adalah menyalakan kembali kerusuhan di Iran. Artikel Wall Street Journal dan kontroversi yang dibuat-buat tentang kemungkinan kembalinya sanksi PBB dirancang untuk menimbulkan ketakutan dan melemahkan moral rakyat Iran,” jelas Aslani. “Sementara Netanyahu mungkin berharap ini menciptakan peluang bagi intervensi militer Barat, dan tujuan utama Barat adalah menekan Iran agar membuat konsesi terkait pengaruh regionalnya dan program nuklirnya dalam negosiasi di masa depan.”

Netanyahu juga berbicara tentang keinginannya untuk mengejar perdamaian dengan negara-negara regional dalam video yang diterbitkan setelah kejatuhan Pemerintah Assad minggu lalu: “Kami mengulurkan tangan kepada siapa pun yang ingin hidup damai dengan kami, dan kami akan memotong tangan siapa pun yang mencoba menyakiti kami.”

Laporan menunjukkan bahwa sejak kejatuhan Assad, Israel telah menyerang lebih dari 1800 posisi di tanah Suriah, menghancurkan 80% infrastruktur militer Suriah, dan menduduki wilayah baru di negara itu. Berdasarkan klaim perdamaian Perdana Menteri Israel, hal-hal tersebut seharusnya tidak terjadi karena musuh rezim, Assad, sudah tidak ada lagi.

Jika langkah terbaru Israel di Suriah dibandingkan dengan pembantaian lebih dari 50.000 warga sipil di Gaza dan Lebanon oleh rezim tersebut, kecil kemungkinan pertunjukan lemah Netanyahu akan menarik simpati rakyat Iran.

“Saya juga tidak percaya upaya menimbulkan ketakutan di Iran akan memberikan Barat apa yang mereka inginkan,” kata Aslani, merujuk pada pernyataan Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei pada Rabu 11 Desember, bahwa jangkauan Perlawanan akan meluas ke seluruh Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *