Hamas Kutuk Kejahatan Genosida Terkeji Israel di Shujaiyah, Gaza
POROS PERLAWANAN – Hamas menyatakan, serangan brutal Rezim Zionis pada Rabu 9 April ke kawasan permukiman di Shujaiyah, Gaza, dengan senjata baru merupakan “genosida terkeji Israel.”
Diberitakan al-Alam, Hamas dalam statemennya mengutuk serangan Israel ke kawasan di timur Gaza tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu kejahatan genosida terbiadab.
Menurut Hamas, Militer Israel membombardir kawasan yang dipenuhi warga sipil dan pengungsi tersebut, sehingga menewaskan 20 orang, terutama dari wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 50 orang lainnya. Pencarian untuk menemukan puluhan orang hilang di bawah reruntuhan masih berlanjut.
“Berlanjutnya pembantaian terhadap rakyat tertindas kami, yang dilakukan dengan dukungan penuh Pemerintah AS, adalah aib di kening masyarakat internasional, yang hanya bungkam dan lemah di hadapan pementasan nyata pembunuhan massal dan genosida terorganisasi ini,” tegas Hamas.
Faksi Perlawanan ini memperingatkan, kejahatan brutal yang terjadi di depan mata dunia, dengan tujuan genosida dan balas dendam sadis terhadap warga sipil ini, takkan dibiarkan begitu saja tanpa pembalasan dan juga tidak akan terlupakan dengan berlalunya waktu. Sejarah akan menggugat orang-orang yang memilih diam di hadapan kejahatan ini atau berkompromi dengan Rezim Pendudukan.
“Sudah tidak bisa diterima lagi bahwa negara-negara Arab dan Islam hanya cukup mengutuk secara verbal saja. Padahal mesin kematian Zionis terus melanjutkan kejahatannya dengan darah dingin dan tanpa belas kasihan. Bangsa Palestina tidak boleh dibiarkan sendirian dalam perang menentukan ini.”
Hamas meminta dari para pimpinan negara-negara Islam dan Arab untuk menggunakan segala sarana tekan demi menghentikan perang, mencabut blokade, dan mengadili para penjahat perang Zionis.
Di akhir statemennya, Hamas meminta agar negara-negara yang masih menjalin hubungan diplomatik dengan Israel untuk segera memutusnya serta menutup Kedubes-kedubes Rezim Zionis, sebagai bentuk dukungan untuk darah bangsa tertindas Palestina yang tertumpah.
