Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Munculnya Kelompok Perlawanan Baru di Suriah

POROS PERLAWANAN – Sebuah kelompok baru bernama Jabhat al-Muqawamah al-Islamiyah fi Suriah (Front Perlawanan Islam di Suriah), yang menamakan dirinya “Uli al-Baas”, telah mendeklarasikan eksistensinya dan menyatakan misi utamanya: menghadapi penjajahan rezim Zionis Israel dan intervensi militer Turki di Suriah.

Dalam laporan eksklusif bertajuk “Exclusive—Syria’s New ‘Resistance’ Takes on Israel and a US ‘Axis of Evil‘” yang dirilis Newsweek pada Selasa 8 April, disebutkan bahwa kemunculan kelompok ini menjadi perkembangan signifikan dalam lanskap geopolitik Suriah yang kian kompleks. Uli al-Baas menyatakan bahwa selain melawan pendudukan Israel, mereka juga menentang apa yang mereka sebut sebagai “Poros Kejahatan Global” yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Kelompok ini mengeklaim sebagai respons terhadap konstelasi baru kekuatan di Suriah dan dinamika perebutan pengaruh di Kawasan. Mereka menegaskan posisi mereka di sisi Poros Perlawanan. Dalam pernyataan resminya, kantor politik Uli al-Baas menyebutkan bahwa Amerika Serikat, karena dukungan terang-terangan Presidennya, Donald Trump terhadap Israel dan Turki, merupakan bagian integral dari arsitektur kejahatan global.

Meski mengutuk keras peran destruktif Washington dalam menciptakan kekacauan dan terorisme global, Kelompok Perlawanan ini menegaskan pembedaan antara Pemerintah Amerika dan rakyatnya. Mereka menyatakan tidak mengirimkan pesan khusus kepada presiden AS saat ini.

Dalam deklarasi awal yang dirilis setelah berakhirnya kekuasaan Bashar al-Assad, Uli al-Baas mengumumkan dimulainya aksi bersenjata terhadap pasukan Israel yang kini disebut tengah bergerak melampaui Wilayah Pendudukan Dataran Tinggi Golan dan memasuki area selatan Suriah.

Kelompok ini menekankan bahwa mereka tidak berafiliasi dengan organisasi atau kekuatan politik manapun di Suriah. Mereka mengusung cita-cita membentuk negara berbasis prinsip kewarganegaraan dan penjagaan atas Tanah Air secara independen.

Mereka juga menyatakan bahwa kembalinya Bashar al-Assad ke tampuk kekuasaan adalah langkah yang “secara politik tidak realistis”. Selain itu, mereka menolak dukungan terhadap Pemimpin kelompok Haiat Tahrir al-Sham (HTS), Ahmad al-Sharaa alias Abu Mohammed al-Jolani, dengan alasan bahwa hanya rakyat Suriah yang memiliki hak menentukan nasib bangsa.

Uli al-Baas Klaim Bertanggung Jawab atas Bentrokan Terbaru dengan Israel di Daraa

Uli al-Baas menyatakan bahwa pengusiran pasukan Israel dari selatan Suriah merupakan bagian dari misi utama mereka. Mereka juga mengeklaim bertanggung jawab atas bentrokan bersenjata terbaru dengan pasukan Israel di provinsi Daraa. Pihak berwenang Israel telah mengonfirmasi adanya insiden tersebut dan menekankan pentingnya pengamanan wilayah perbatasan.

Di sisi lain, Amerika Serikat masih mempertahankan keberadaan militernya di Suriah, dengan dalih menjaga stabilitas dan mendukung pembentukan pemerintahan yang inklusif. Namun, munculnya Kelompok Perlawanan baru seperti Uli al-Baas berpotensi menambah kerumitan dalam lanskap konflik regional.

Kelompok ini menolak keras kebijakan AS dan Israel, serta menegaskan tekad mereka untuk membendung dominasi kedua negara di Kawasan. Kemunculan mereka menjadi cerminan dari dinamika baru yang terus bergulir dalam medan politik dan militer Suriah, dengan kemungkinan dampak yang luas bagi masa depan negara itu dan Timur Tengah secara keseluruhan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *