Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas: Perlawanan Tidak Dalam Kondisi Lemah dan Tak Bakal Menyerah

Hamas: Perlawanan Tidak Dalam Kondisi Lemah dan Tak Bakal Menyerah

POROS PERLAWANAN – Salah seorang petinggi Hamas, Sami Abu Zuhri menegaskan, Rezim Zionis tidak akan berhasil memaksa rakyat Palestina untuk mengibarkan bendera putih.

Diberitakan Fars, Abu Zuhri dalam wawancara dengan stasiun televisi Qatar, al-Arabi, menyatakan bahwa pembebasan tawanan Israel hanya bisa dilakukan melalui perundingan.

“Netanyahu tidak menghendaki pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata/pertukaran tawanan. Dia hanya bernafsu melanjutkan perang,” kata Abu Zuhri.

“Hamas menyikapi berbagai saran dan upaya untuk mengatasi masalah dengan pandangan sangat positif. Pintu-pintu perundingan masih terbuka.”

“Pemerintahan Donald Trump mendukung keinginan Netanyahu untuk menggagalkan kesepakatan gencatan senjata. Tangan Pemerintah AS berlumuran darah para wanita dan anak-anak Gaza.”

“Netanyahu dan Trump harus tahu bahwa Perlawanan tidak dalam posisi lemah dan takkan bakal menyerah. Mereka berdua berupaya membebaskan tawanan tanpa berkomitmen untuk menghentikan agresi.”

Petinggi Hamas lainnya, Usamah Hamdan juga mengatakan,”Proposal Utusan AS, Steven Witkoff ada;lah upaya untuk keluar dari kesepakatan yang sudah diteken dan mencapai kesepakatan baru. Namun kami menolaknya.”

“Penghentian agresi adalah masalah fundamental. Hal ini harus dideklarasikan secara terbuka tanpa pengecohan,” kata Hamdan kepada al-Jazeera.

“Rezim Israel berkhayal jika mereka menyangka bisa menekan kami dengan cara meningkatkan operasi militer.”

“Kami tidak menerima tawaran baru apa pun untuk menghentikan agresi ke Gaza.”

“Netanyahu mengidap kegilaan narsistik. Dia berusaha berkelit dari kasus korupsi yang menjeratnya dengan cara memulai perang. Dia menyulut api perang hanya demi motif politis dan kepentingan pribadi.”

“Witkoff mengatur proses keluarnya Israel dari kesepakatan gencatan senjata. Kontak dengan Mesir dan Qatar untuk menghentikan agresi Israel terhadap rakyat Palestina masih berlanjut.”

“Pemindahan paksa ribuan warga Palestina di Tepi Barat dilakukan di depan mata Otoritas Nasional (PNA), namun mereka tidak berbuat apa pun untuk menghentikannya,” tandas Hamdan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *