Ansharullah: Kami Dukung Gaza dengan Senjata dan Aksi Nyata, Bukan Sekadar Doa
POROS PERLAWANAN – Wakil Ketua Otoritas Media Ansharullah, Nasruddin Amir menyerukan kepada seluruh umat Islam dan Arab untuk segera turun ke jalan dan mengambil tindakan nyata dalam menghadapi pihak-pihak yang mendukung pendudukan Israel.
Dalam pernyataan eksklusif kepada Kantor Berita Shehabnews pada Selasa 18 Maret, Amir menegaskan bahwa solidaritas terhadap Gaza tidak bisa hanya diwujudkan melalui doa semata, tetapi harus disertai dengan aksi konkret.
“Wahai rakyat kami yang merdeka, turunlah ke jalan-jalan dan kepunglah kedutaan besar negara-negara yang mendukung musuh dan membantai saudara-saudara kita di Gaza. Bergeraklah dan berikan dukungan kepada Gaza dengan segala cara yang memungkinkan,” ujarnya.
Seruan untuk Bertindak di Tengah Krisis yang Mendesak
Amir menekankan bahwa situasi yang terjadi saat ini tidak memberikan ruang bagi sikap pasif atau menunggu, dan menegaskan bahwa hanya mengandalkan doa tidaklah cukup di tengah krisis yang sedang berlangsung.
“Apa arti puasa Ramadan dan salat jika momen genting ini tidak menggugah kalian untuk bertindak? Jangan berharap pada rezim-rezim lemah yang tidak pernah bertindak sebelumnya dan tidak akan bertindak sekarang,” tegasnya.
Gaza Membutuhkan Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Simpati
Menurut Amir, Gaza tidak hanya membutuhkan dukungan moral atau pernyataan solidaritas, tetapi juga bantuan nyata dalam bentuk aksi di lapangan dan dukungan militer yang riil.
“Gaza tidak hanya membutuhkan doa, tetapi juga senjata dan pergerakan di jalan-jalan serta di medan perjuangan. Hanya setelah melakukan semua yang bisa dilakukan, doa akan menjadi bermakna,” lanjutnya.
Pemimpin Ansharullah tersebut menegaskan bahwa Kelompoknya tidak akan membatasi dukungan terhadap Gaza hanya dalam bentuk pernyataan atau doa semata, tetapi juga dengan tindakan nyata yang lebih tegas.
“Kami tidak akan mendukung Gaza hanya dengan doa atau pernyataan kecaman, tetapi dengan kekuatan nyata—dengan senjata dan perlawanan. Musuh Zionis harus memahami bahwa era dominasi mutlak mereka atas Gaza telah berakhir,” tandasnya.
Amir juga menyoroti posisi Yaman dalam dinamika konflik ini, dan menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam menghadapi penderitaan rakyat Palestina.
“Yaman, negeri iman dan kebijaksanaan, negeri Revolusi 21 September yang mulia, tidak akan membiarkan Gaza berjuang sendirian. Kami bertawakal kepada Allah, kepada-Nya kami memohon pertolongan, dan kezaliman akan berbalik menghancurkan pelakunya. Kepada Allah segala urusan akan kembali,” pungkasnya.
