Hamas Sebut Israel Curi Anggota Tubuh Syuhada Gaza
POROS PERLAWANAN- Diberitakan Fars, Hamas pada Rabu dini hari mengumumkan, serdadu Rezim Zionis telah mencuri anggota tubuh syuhada Gaza.
Dalam statemennya, Hamas menyatakan bahwa setelah merusak jasad-jasad 80 syahid Palestina, Israel menyerahkan jenazah-jenazah yang sudah terpotong-potong itu di Rafah.
“Rezim Pendudukan telah mencuri anggota tubuh syuhada. Mereka melakukan kejahatan perang yang menunjukkan kebiadaban dan hilangnya moralitas mereka,” tandas Hamas, dilaporkan al-Jazeera.
“Musuh secara terang-terangan menodai kehormatan dan martabat syuhada Gaza dengan membongkar kubur dan menjarah jasad-jasad mereka.”
Pada hari Selasa kemarin, Hamas menanggapi pernyataan PM Israel Benyamin Netanyahu soal rencana pemindahan paksa warga Gaza. Hamas menyebut statemen itu “omong kosong yang tak perlu dipedulikan.”
Menurut Hamas, bangsa pejuang Palestina tetap teguh pada sikap mereka dalam menentang pemindahan paksa. Mereka tidak memilih jalan selain tetap bertahan di negeri Palestina.
“Usai kegagalan IDF dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, Netanyahu mulai menjual khayalan untuk membuat perang berlarut-larut,” tegas Hamas.
Pada hari Senin lalu, media-media Israel memberitakan bahwa dalam rapat Partai Likud, Netanyahu berkata tengah berupaya mencari negara-negara yang bersedia warga Gaza sebagai pengungsi.
Sebelum ini, sebuah harian Zionis mengabarkan bahwa Washington dan Tel Aviv merancang proyek untuk memindahkan warga Gaza ke 4 negara, yaitu Turki, Mesir, Irak, dan Yaman.
Kendati di tahap-tahap awal perang AS mengumumkan bahwa ia menentang rencana pemindahan paksa penduduk Gaza, namun statemen-statemen resmi Washington menandakan bahwa Pemerintahan Joe Biden tidak akan menolak jika warga Gaza “keluar secara suka rela” ke kawasan-kawasan lain.
Mantan Menkes Palestina Basim Naim dalam Konferensi Internasional Palestina di Teheran pada Sabtu lalu menyatakan,”Kami mengetahui tujuan asli pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza. Tujuan dari pembantaian massal ini bukan untuk melenyapkan Perlawanan di Palestina, tapi demi mengusir bangsa Palestina dari negeri mereka.”
