Hamas Sebut Tekanan Militer Israel ‘Perjudian yang Gagal Sejak Awal’
POROS PERLAWANAN – Hamas kembali merilis statemen dalam menanggapi berlanjutnya kejahatan brutal Rezim Zionis terhadap warga gaza. Hamas memperingatkan, tekanan militer tak bakal membebaskan para tawanan Israel.
“Peningkatan agresi Zionis terhadap warga sipil merupakan pesan-pesan berdarah dan jahat, yang tujuannya adalah memberlakukan tekanan militer terhadap Perlawanan berbarengan dengan kunjungan delegasi Hamas ke Kairo dan upaya pihak mediator terkait tawaran-tawaran baru gencatan senjata,” tandas Hamas dalam statemen singkatnya pada Minggu malam 13 April, Mehr melaporkan.
“PM Israel, Benyamin Netanyahu dan Kabinetnya tidak akan mendapatkan kemajuan apa pun dalam masalah tawanan tanpa kesepakatan pertukaran tawanan. Peningkatan agresi terhadap Gaza adalah sebuah perjudian yang gagal sejak awal dengan konsekuensi hilangnya nyawa para tawanan Zionis.”
Hamas menegaskan, para tawanan akan dibebaskan bukan dengan tindakan militer, namun dengan kebijakan yang dihindari Netanyahu (gencatan senjata dan pertukaran tawanan).
Dalam statemen lainnya, Hamas menyatakan,”Perimbangannya jelas: kebebasan para tawanan Zionis ditukar dengan penghentian perang. Seluruh dunia menerima perimbangan ini, namun Netanyahu menolaknya. Tiap hari penundaan sama saja dengan terbunuhnya lebih banyak warga sipil Palestina dan nasib tak menentu para tawanan Israel.”
Pada Minggu kemarin, seorang petinggi Hamas, Hassam Badran mengatakan,”Tidak tercapainya kesepakatan untuk memulai gencatan senjata hingga kini tak ada kaitannya dengan masalah pertukaran tawanan atau jumlah sandera Israel yang harus dibebaskan. Ini disebabkan penolakan Netanyahu terhadap semua tawaran dalam hal ini lantaran kepentingan pribadi dan politisnya.”
