Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Rai al-Youm: Serangan Teroris di Aleppo Dirancang Amerika Serikat, Israel, dan Negara-negara Arab

POROS PERLAWANAN – Surat kabar elektronik Rai al-Youm menerbitkan laporan pada Kamis, 28 November, yang menyoroti dimensi serangan terbaru kelompok teroris di Aleppo. Dalam laporannya, surat kabar ini menegaskan, serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konspirasi yang dirancang oleh kekuatan Barat, Amerika Serikat, Israel, serta beberapa negara Arab, untuk melemahkan Suriah dan Poros Perlawanan di Kawasan.

Permainan Global di Suriah

Dalam pengantarnya, Rai al-Youm menyatakan:

Apa yang terjadi di Suriah adalah sebuah permainan internasional yang dilakukan secara terang-terangan. Ini adalah permainan senyap yang dijalankan oleh tentara bayaran Amerika Serikat dan Barat untuk mengubah status quo di Suriah dan memecah-belah negara tersebut.

Melalui pernyataan tersebut, surat kabar ini menyoroti peran Amerika Serikat bersama sekutunya yang merupakan aktor utama di balik upaya untuk mencapai kepentingan strategis mereka di Suriah. Kepentingan ini, menurut laporan itu, tidak mengenal batasan, termasuk dengan mendukung kelompok-kelompok teroris demi mencapai tujuan-tujuan geopolitik mereka.

Peran Kelompok Teroris dalam Konspirasi

Rai al-Youm lebih lanjut menjelaskan, kelompok teroris Tahrir al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra) bersama kelompok-kelompok ekstremis lainnya yang tergabung dalam ruang operasi Al-Fath al-Mubin memulai serangan besar-besaran ke Aleppo. Serangan ini, menurut laporan tersebut, dirancang dan dikoordinasikan oleh Badan-badan Intelijen Amerika Serikat dan Israel, dengan dukungan penuh dari negara-negara Arab dan Barat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok ini menerima pasokan senjata, logistik, dan pelatihan dengan tujuan menghancurkan Aleppo serta melemahkan stabilitas Suriah. Mereka menggunakan taktik kekerasan untuk menciptakan ketidakstabilan dan melaksanakan agenda geopolitik pihak-pihak yang mendukungnya.

Serangan dan Respons di Aleppo

Sementara itu, Komando Angkatan Darat dan Pasukan Bersenjata Suriah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa sejak dini hari, kelompok teroris Jabhat al-Nusra melancarkan serangan besar ke wilayah sekitar Aleppo dan Idlib. Mereka menggunakan berbagai jenis senjata berat dan semi-berat, menyerang desa, kota, serta posisi militer Suriah.

Pernyataan tersebut menambahkan, pasukan Suriah, bekerja sama dengan sekutu-sekutunya, berhasil menahan serangan ini. Tentara Suriah memberikan respons tegas menggunakan berbagai jenis senjata, termasuk artileri dan rudal, yang menyebabkan kerugian besar di pihak teroris, baik dari segi personel maupun peralatan militer.

Keterlibatan Israel dan Upaya Destabilisasi

Hanya beberapa jam setelah Israel mengumumkan gencatan senjata di Lebanon, kelompok teroris Jabhat al-Nusra dan sekutunya melancarkan serangan besar ke Aleppo. Serangan ini diyakini sebagai upaya melanjutkan agenda yang gagal dicapai oleh Israel di Lebanon.

Tentara Suriah dan sekutunya menanggapi dengan serangan balasan yang menghancurkan posisi-posisi teroris, termasuk benteng pertahanan mereka. Serangan ini menimbulkan kerugian besar di pihak teroris, baik dari segi nyawa maupun infrastruktur militer.

Namun hingga kini, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, termasuk Israel, belum mampu mencapai tujuan strategis mereka di Suriah. Sebaliknya, mereka terus menghadapi kegagalan, termasuk kekalahan Netanyahu di Gaza dan Lebanon, yang semakin melemahkan pengaruh mereka di Kawasan.

Menurut Rai al-Youm, Israel terus berupaya memperluas cakupan konflik hingga ke wilayah Suriah dengan memberikan dukungan tak terbatas kepada kelompok-kelompok teroris. Dengan cara ini, Israel berusaha melindungi kepentingan strategisnya dan Washington di Kawasan, termasuk di Suriah.

Konspirasi Zionis dan Pelanggaran Hak Sipil

Dalam laporannya, Rai al-Youm menyoroti, Israel telah melanggar semua batasan internasional melalui operasi militernya di Suriah. Mereka menargetkan bandara sipil dan permukiman penduduk, menewaskan puluhan warga sipil.

Serangan terbaru di Aleppo juga disebut sebagai bagian dari konspirasi ini, dengan kelompok teroris digunakan sebagai alat untuk menargetkan wilayah permukiman di Aleppo dan sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka di antara warga sipil.

Israel, menurut laporan ini, setelah gagal mencapai tujuannya selama lebih dari satu dekade, kini menggunakan kelompok teroris untuk menciptakan kekacauan di Suriah, negara yang memiliki peran strategis penting di Kawasan.

Apa Hubungannya dengan Idlib?

Laporan ini menyebutkan, salah satu alasan utama meningkatnya serangan teroris di Aleppo adalah kegagalan Israel di Gaza dan Lebanon. Kekalahan ini mendorong kelompok-kelompok teroris untuk menciptakan kekacauan di wilayah-wilayah yang dikuasai Pemerintah Suriah. Mereka memanfaatkan kondisi geopolitik dan dinamika internasional untuk memperburuk situasi di Kawasan.

Namun, intensitas serangan terbaru di Aleppo, menurut laporan ini, menunjukkan, perang di kawasan tersebut mulai memasuki babak akhir. Tentara Suriah tampaknya mengirimkan pesan tegas kepada musuh bahwa rakyat Suriah siap melancarkan operasi besar untuk membebaskan Idlib.

Operasi ini, sebagaimana disebutkan, bertujuan untuk menuntaskan perjuangan rakyat Suriah dalam membebaskan negara mereka dari cengkeraman kelompok teroris, khususnya yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Laporan ini menggarisbawahi, perkembangan besar dalam waktu dekat dapat segera terjadi, dan tentara Suriah bersiap untuk memulai perang penentu di Idlib.

Kelompok Teroris sebagai Alat
Kelompok Tahrir al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra) bersama faksi teroris lainnya, melalui ruang operasi Al-Fath al-Mubin, melancarkan serangan besar ke Aleppo. Serangan ini didukung intelijen Amerika Serikat dan Israel, dengan supervisi negara-negara Barat dan Arab. Upaya tersebut dilakukan selama bertahun-tahun, termasuk dengan menyuplai kelompok-kelompok ini untuk menjalankan agenda destruktif di Aleppo.

Pertempuran di Aleppo
Komando Angkatan Darat dan Pasukan Bersenjata Suriah dalam pernyataan terbarunya mengungkapkan bahwa serangan dari kelompok al-Nusra di sekitar Aleppo dan Idlib dilakukan menggunakan senjata berat dan semi-berat. Target mereka mencakup desa, kota, hingga pos militer yang berada di kawasan tersebut.

Tentara Suriah bersama sekutunya memberikan respons dengan menimbulkan kerugian besar bagi pihak lawan, baik dalam hal personel maupun material. Serangan balasan dilakukan menggunakan berbagai jenis senjata, menghancurkan posisi strategis dan pertahanan teroris di daerah itu.

Peran Zionis dalam Konspirasi
Beberapa jam setelah Israel mengumumkan gencatan senjata di Lebanon, kelompok Jabhat al-Nusra dan sekutunya kembali melancarkan serangan dari ruang operasi Al-Fath al-Mubin. Respons keras dari tentara Suriah menghantam posisi teroris melalui serangan artileri dan rudal, yang menyebabkan kerugian signifikan di pihak lawan.

Sampai hari ini, Washington dan sekutu-sekutunya gagal membuat kemajuan besar di Suriah. Ketangguhan tentara Suriah serta kekalahan Netanyahu di Gaza dan Lebanon menjadi faktor penghambat tercapainya agenda rezim Zionis di kawasan.

Ekspansi Konflik ke Suriah
Menurut Rai al-Youm, Israel berupaya memperluas cakupan perang dengan menariknya ke wilayah Suriah demi melindungi kepentingan strategisnya bersama Washington. Dukungan penuh terhadap kelompok teroris menunjukkan intensi Zionis dalam mempertahankan dominasinya di kawasan.

Serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk bandara dan pemukiman warga, telah menelan banyak korban jiwa, menambah deretan kejahatan perang yang dilakukan rezim tersebut.

Dampak pada Idlib
Serangan teroris di Aleppo terjadi di tengah kegagalan beruntun Israel di Gaza dan Lebanon. Kelompok-kelompok ini memanfaatkan situasi geopolitik regional untuk mengacaukan stabilitas di wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah.

Intensitas serangan baru-baru ini menjadi indikasi bahwa konflik di Aleppo semakin mendekati klimaks. Pertanyaan utama adalah bagaimana situasi ini akan berkembang?

Rai al-Youm melaporkan bahwa tentara Suriah telah mengirimkan pesan kuat kepada musuhnya. Pesan tersebut menunjukkan kesiapan rakyat Suriah untuk meluncurkan operasi besar-besaran di Idlib guna menuntaskan perlawanan dan menghancurkan jaringan pendukung teroris.

Operasi ini, menurut laporan, bertujuan membebaskan Suriah dari ancaman teroris sekaligus mengamankan masa depan negara tersebut. Diprediksi, langkah signifikan akan segera diambil, membawa perubahan besar di medan politik dan militer Idlib.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *