Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Laporan Media Israel Soal ‘Spionase Jangka Panjang’ Warga Zionis untuk Intelijen Iran

Legislator AS Ungkap Israel Tekan Trump untuk Tutupi Skandal Epstein

POROS PERLAWANAN – Sebuah stasiun televisi Israel, merujuk laporan gabungan Shin Bet dan kepolisian, memberitakan penangkapan seorang warga Zionis berusia 27 tahun atas dugaan melakukan kegiatan mata-mata untuk Iran. Media tersebut menyebut bahwa pria ini telah menjalin kontak dengan agen intelijen Iran selama lebih dari setahun dan mengirimkan informasi serta gambar sensitif dari fasilitas militer sebagai imbalan uang.

Mengutip laporan Kayhan pada Selasa 18 November, pihak keamanan dalam negeri Israel bersama kepolisian menyatakan bahwa mereka menangkap seorang pria bernama Shimon Azrazer. Ia dituduh menjalin hubungan langsung dengan intelijen Iran selama lebih dari satu tahun dan menjalankan sejumlah misi yang dianggap mengancam keamanan Rezim.

Menurut klaim media Israel, Azrazer bahkan menerima pemberitahuan beberapa jam sebelum Israel melancarkan serangan terhadap Iran melalui sinyal yang diterimanya. Setelah itu, ia dikatakan segera menghubungi agen Iran dan diminta, (masih menurut narasi media Zionis) untuk memasang kamera di sekitar kediaman Perdana Menteri Benyamin Netanyahu.

Sebuah laporan yang dirilis jaringan media Zionis menyebut bahwa Azrazer, warga Kiryat Yam, diduga memperoleh akses informasi melalui bantuan istri atau kekasihnya yang bertugas di pasukan cadangan Militer dan Angkatan Udara. Informasi tersebut mencakup data mengenai pangkalan militer dan fasilitas udara.

Hasil penyelidikan Shin Bet dan kepolisian mengeklaim bahwa Azrazer mengirimkan gambar, titik koordinat, serta data lokasi sensitif di Wilayah Pendudukan. Ia bahkan dilaporkan menawarkan akses informasi tambahan terkait pangkalan militer kepada kontak Iran tersebut.

Laporan itu juga mengeklaim bahwa seluruh transaksi pembayaran untuk jasanya dilakukan melalui metode pembayaran digital.

Saluran televisi Zionis i24 News melaporkan bahwa Azrazer memiliki utang besar, sekitar 400.000 Shekel serta catatan kriminal panjang. Dikatakan pula, ia sempat mempertimbangkan untuk pergi ke Iran. Jaringan tersebut juga menayangkan potongan korespondensi yang mereka klaim terjadi antara Azrazer dan agen Iran.

Dalam salah satu pesan yang dikutip jaringan itu, agen Iran diduga memintanya memasang kamera di sekitar rumah Netanyahu. Azrazer digambarkan mengeluh dan sedang dikejar para penagih utang dan mereka “telah mengetahui kalau saya berbicara dengan Anda”.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa ia mengaku telah dicegah bepergian dan paspornya dibatasi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *