Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Ingatkan Bahaya Provokasi, Tekankan Peran Negara Jaga Stabilitas

POROS PERLAWANAN — Media Al-I’lam al-Harbi melaporkan bahwa Kelompok Perlawanan Islam Hizbullah Lebanon memperingatkan berlanjutnya tuduhan tak berdasar terhadap mereka dan menilai hal itu sebagai bagian dari upaya memicu kembali ketegangan internal di Lebanon.

Mengutip laporan Mehr News Agency pada Senin 4 Mei, Kantor Hubungan Media Hizbullah menyoroti pemberitaan harian An-Nahar yang dinilai terus memuat tuduhan dan fitnah tanpa dasar. Hizbullah menilai pola tersebut memperkeruh situasi domestik dan melayani agenda provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas negara.

Hizbullah menyatakan telah menempuh berbagai langkah untuk meredakan ketegangan setelah beredarnya video yang dianggap menghina Sekretaris Jenderal mereka, Syekh Naim Qasim, serta para anggotanya. Langkah itu diikuti sikap resmi yang menolak segala bentuk bahasa provokatif dan penyerangan terhadap simbol keagamaan maupun tokoh publik.

Namun, menurut pernyataan tersebut, pemberitaan yang dinilai provokatif masih berlanjut. Hizbullah menegaskan tuduhan yang beredar mengabaikan posisi resmi mereka yang menolak penghinaan terhadap tokoh atau simbol apa pun di Lebanon, baik yang bersifat religius maupun nonreligius.

Hizbullah menilai narasi yang berkembang sebagai upaya membentuk opini publik secara negatif dan memicu kembali konflik internal. Hizbullah juga meminta Pemerintah Lebanon, kementerian terkait, serta lembaga peradilan dan keamanan menjalankan tanggung jawab terhadap pelanggaran tersebut.

Hizbullah menegaskan tidak dapat diterima jika media, jurnalis, atau aktor politik melontarkan pernyataan yang dianggap menghina sebagian masyarakat Lebanon dan mendorong reaksi yang memperuncing situasi.

Pernyataan itu juga menyinggung situasi sejak fase gencatan senjata pada 27 November 2024, di tengah meredanya eskalasi di perbatasan Lebanon selatan. Sejak periode itu, menurut mereka, pendukung dan basis sosial Kelompok ini terus menjadi sasaran kampanye media dan politik terorganisasi yang menargetkan nilai, simbol, pemimpin, dan figur yang mereka hormati.

Di bagian akhir, Hizbullah mendesak seluruh institusi negara bertindak tanpa standar ganda guna menjaga stabilitas nasional dan ketertiban umum.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *