Hizbullah Irak: Selama NATO, Pasukan Al-Jolani, Peshmerga, dan Tentara Turki Masih Bercokol di Irak, Senjata Perlawanan Tak akan Diletakkan
POROS PERLAWANAN — Brigade Hizbullah Irak menegaskan bahwa pembahasan apa pun dengan Pemerintah Irak terkait masa depan senjata Perlawanan hanya dapat dilakukan setelah penarikan penuh seluruh pasukan NATO dan tentara Turki dari wilayah Irak.
Mengutip Kantor Berita Tasnim pada Minggu 21 Desember, Brigade Hizbullah Irak menyatakan dengan tegas bahwa selama pasukan NATO, kekuatan asing, dan tentara Turki masih berada di tanah Irak, senjata Perlawanan akan tetap berada di tangan para pejuang.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menegaskan bahwa eksistensi Perlawanan merupakan hak yang sah, sementara senjatanya adalah amanah yang diberikan kepada para mujahidin untuk membela rakyat, Tanah Air, kedaulatan nasional, serta tempat-tempat suci Irak. Oleh karena itu, keputusan untuk meletakkan senjata sebelum kedaulatan nasional sepenuhnya terwujud dinilai sebagai tindakan personal yang tidak dapat digeneralisasikan.
Brigade Hizbullah juga menekankan bahwa tercapainya kedaulatan penuh Irak, penerapan kontrol keamanan yang menyeluruh, serta penghentian segala bentuk campur tangan asing merupakan prasyarat utama bagi setiap diskusi mengenai monopoli negara atas senjata.
Kelompok Perlawanan tersebut memperingatkan bahwa selama belum ada jaminan menyeluruh atas keamanan rakyat Irak dan perlindungan tempat-tempat suci dari ancaman kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan pasukan Al-Jolani dan Peshmerga, senjata Perlawanan akan tetap dipertahankan.
