Mantan Agen MI5 Tegaskan Pengeboman AMIA Dilakukan Mossad
POROS PERLAWANAN — Mantan Agen Badan Keamanan Dalam Negeri Inggris (MI5), Annie Machon kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya diunggah ulang dengan dalih penembakan mematikan di Pantai Bondi, Sydney, pekan lalu. Insiden tersebut memicu spekulasi di media dan ruang daring mengenai kemungkinan keterlibatan aktor intelijen, meski hingga kini otoritas Australia belum mengumumkan kesimpulan resmi.
Mengutip Kayhan pada Minggu 21 Desember, sejumlah media kembali mengangkat pernyataan lama Machon, yang menyebut pemboman pusat komunitas Yahudi AMIA di Buenos Aires serta serangan terhadap Kedutaan Besar Israel pada 1994 sebagai operasi internal Mossad sendiri.
Dalam sebuah wawancara video yang kembali beredar, Machon menyatakan bahwa penilaian internal MI5 saat itu menyimpulkan kedua insiden tersebut sebagai “serangan orang dalam”. Pemboman AMIA menewaskan 85 orang dan melukai ratusan lainnya. Selama ini, Israel dan Amerika Serikat secara resmi menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Machon juga menegaskan bahwa serangan-serangan itu bertujuan memperoleh dukungan politik internasional bagi Zionisme serta digunakan sebagai dasar penangkapan dua warga Palestina di Inggris, Samer Allami dan Jawad Botmeh, yang kemudian dijatuhi hukuman penjara panjang. Pernyataan tersebut tidak pernah dikonfirmasi atau diakui secara resmi oleh Pemerintah Inggris maupun Israel.
Pernyataan Machon kembali menjadi perdebatan publik seiring berkembangnya spekulasi pascainsiden di Sydney. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari otoritas Australia yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan jaringan intelijen mana pun.
Machon mengundurkan diri dari MI5 pada 1996 dan sejak itu dikenal sebagai penulis serta komentator isu geopolitik. Pemerintah Inggris, Israel, dan lembaga intelijen terkait belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan yang kembali beredar tersebut.
