Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah: Kami Tak Akan Ragu Hadapi Proyek Amerika–Zionis

Hizbullah Takkan Biarkan Lebanon Normalisasi Hubungan dengan Israel

POROS PERLAWANAN – Perwakilan Hizbullah, Hussein Jasshi menegaskan bahwa tekanan Amerika terhadap Lebanon bertujuan membantu Israel meraih capaian yang gagal dicapainya melalui perang. Ia menekankan bahwa Perlawanan akan melindungi Lebanon dengan seluruh sumber daya yang tersedia dan tidak akan ragu menghadapi proyek Amerika–Zionis.

Menurut Kantor Berita Tasnim, pada Senin 8 Desember, Anggota senior blok Loyalitas terhadap Perlawanan di parlemen Lebanon, Hussein Jasshi menyatakan dalam pidatonya mengenai perkembangan terbaru di negara itu bahwa Washington tengah menekan Lebanon demi membantu Rezim Zionis mencapai tujuan yang gagal diraih melalui konfrontasi militer.

Ia menegaskan Perlawanan tidak akan ragu menghadapi proyek Amerika–Zionis, sembari menyebut adanya tekanan besar dari Amerika Serikat terhadap Pemerintah Lebanon agar negara itu menyerahkan dirinya kepada proyek tersebut, sementara Washington tetap mengeklaim berperan sebagai mediator.

Jasshi menambahkan bahwa tekanan itu “berada dalam kerangka membantu Rezim Zionis mencapai tujuan yang gagal diwujudkan selama perang”. Ia menyebut pihak-pihak yang meremehkan Perlawanan sebagai “pembohong dan penipu”, karena tanpa Perlawanan, Lebanon menurutnya akan tetap berada di bawah pendudukan dan permukiman Zionis akan mengakar, sehingga bahkan pejabat Lebanon tidak akan memiliki ruang untuk berkumpul dan mengambil keputusan, termasuk keputusan yang tidak menguntungkan Perlawanan.

Ia menekankan bahwa Perlawanan tidak pernah mengeklaim mampu sepenuhnya mencegah kejahatan atau kehancuran dalam perang maupun menghentikan seluruh dampak agresi. Menurutnya, tidak ada Gerakan Perlawanan di mana pun yang dapat diminta memenuhi ekspektasi semacam itu. Namun, Perlawanan Lebanon memiliki tekad untuk menghadapi musuh dan menggagalkan pencapaian tujuannya.

Menanggapi seruan sebagian pihak agar Perlawanan menyerahkan senjatanya demi keamanan, Jasshi mengingatkan bahwa wilayah selatan Sungai Litani saat ini berada sepenuhnya di bawah kendali tentara Lebanon dan hanya terdapat senjata milik negara serta pasukan UNIFIL. Ia mempertanyakan mengapa agresi Zionis tetap berlanjut bila penyerahan senjata dianggap sebagai solusi.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Hizbullah berkomitmen mengerahkan seluruh kemampuan rakyat, bekerja sama dengan Pemerintah dan lembaga keamanan, untuk menghadapi ambisi Israel atas tanah, perairan, dan kekayaan Lebanon. “Kami tidak akan ragu sedetik pun melawan proyek Amerika–Zionis yang bertujuan menaklukkan Lebanon dan menjarah sumber dayanya,” tegasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *