Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Twitter Tutup Akun Pembocor Data Perwira Mossad, Kebocoran Berlanjut di Telegram

POROS PERLAWANAN – Platform X (Twitter) menutup akun kelompok pembongkar yang memublikasikan nama, foto, alamat, dan nomor telepon para perwira Mossad. Meski demikian, aktivitas pembocoran tersebut terus berlanjut melalui kanal Telegram kelompok itu.

Menurut Kantor Berita Tasnim, pada Senin 8 Desember, kelompok bernama Yaqin Hammad, yang mengoperasikan akun Telegram dan Twitter dengan nama @Israelinreal, terus merilis nama, alamat, foto, dan nomor telepon individu yang mereka klaim sebagai perwira Dinas Keamanan Israel, termasuk Mossad.

Kelompok ini menyatakan bahwa mereka “memperoleh informasi mengenai sejumlah perwira keamanan dari komunitas intelijen Rezim Zionis, termasuk Mossad, Malam, Shin Bet (Shabak), dan Aman melalui sumber terbuka maupun tertutup, dan akan mengungkap identitas mereka secara bertahap agar publik mengetahui wajah asli para kriminal ini”.

Mereka juga mengeklaim bahwa “aksi pembongkaran ini akan menantang mitos kekebalan lembaga intelijen Israel dan menunjukkan bahwa individu-individu tersebut jauh lebih mudah diakses daripada yang selama ini diasumsikan”.

Unggahan pertama mereka menampilkan foto seseorang bernama “Guy Sagi”, yang disebut sebagai perwira senior Mossad, disertai klaim mengenai nomor telepon dan alamat pribadi.

Dalam unggahan berikutnya, kelompok itu memublikasikan informasi tentang perwira Mossad lain bernama “Oren Parnasa”, yang digambarkan sebagai perwira muda lulusan wajib militer di Unit 8200 Aman. Ia disebut mulai bekerja paruh waktu untuk Mossad sejak 2011 sebelum akhirnya menjadi anggota penuh. Parnasa juga diklaim menjalani pelatihan intensif di bidang teknologi sinyal dan komunikasi.

Menurut kelompok tersebut, Parnasa menempuh pendidikan di bidang Ilmu Politik dan Hubungan Internasional, melakukan penelitian mengenai Krisis Misil Kuba, serta mengikuti sejumlah kursus diplomasi dan keamanan di Universitas Tel Aviv.

Setelah akun Twitternya ditutup, kelompok Yaqin Hammad melanjutkan aktivitasnya sepenuhnya melalui Telegram.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *